ILHAM

2343 Words
part.9 Ilham jaya negara siswanto putra *** Setengah jam sudah. Sambutan dari para prof. Albert, sudah selesai. Kini MC mengumumkan kembali acara selanjutnya dengan acara penobatan dokter terbaik dirumah sakit dalam kategori spesialis. Mc sudah memberitahukan penobatan untuk kategori spesialis mata. " Malam ini saya akan panggil dokter mata terbaik se Jabotabek. Saya panggilkan Dokter Ilham Jayanegara siswanto putra." Chelsea bertepuk tangan riang. Ia tidak menyangka Ilham masuk nominasi terbaik. " Selamat.." Ucap chelsea bahagia melihat Ilham terkejut juga. Bibirnya semakin mengembang melalui bibirnya menatap chelsea dengan penuh di bola matanya. Rambutnya semakin mengkilat ketika terkena lampu sorot, dengan senyuman yang menghipnotis kembali jantung Chelsea." Chelsea terlihat sangat bahagia melihat Ilham, sesuatu telah merasuki pikiran dan hatinya, chelsea baru menyadari jika hati dan jantungnya kini bergetar ketika melihat tiap kali ilham tersenyum. Itu membuat dirinya sesak nafas. dan menekan lagi dadanya seperti seseorang yang terkena serangan jantung koroner. Ia memegang jamari Ilham, menatapnya sumringah, dengan melebarkan giginya. Ada getaran hebat melalui jemari ilham. Itu sampai dihati Chelsea, membludakan soda yang ada didalam aliran darahnya. Chelsea terkejut. Ini pertama kalinya terjadi setelah sekian lama telah hilang. "Ilham.." Desisinya dalam hati. MC masih membacakan kategori atas kesuksesan dirinya. Ilham dinobatkan sebagai dokter mata terbaik dan ramah, juga menerapkan metode pengobatan yang canggih beberapa hasil darinya yang telah mendapat sertifikasi oleh Negara Jepang. "Ah.." Gumamnya bahagia. ia sedikit berdecak kegirangan, beberapa kali ia berkata ' yes' tanpa malu. Ucapan Reflaks darinya, dan dilihat Chelsea lucu. tepuk tangan masih menyambut kehadiran Ilham naik untuk mendapatkan penghargaan. Ilham bangkit, dari bangku duduknya dengan gigi yang melebar dan masih dengan sorot lampu yang masih menyinari meja mereka. Ilham berdiri masih menatap Chelsea sudi untuk meraih lengan Ilham kali ini. Itu ditonton oleh semua peserta diruangan. Chelsea menggeleng. " Sudah sana..." Bisik Chelsea. Ilham kembali menggeleng. Suara panggilan kembali ditujukan untuk Ilham dan memanggil juga Nama chelsea untuk bangkit menemani Ilham. " Ayo Dokter Ilham dan pasangannya, Silahkan naik kedepan." ucap MC dengan suaranya yang lantang. Rupanya ilham tidak menyia-nyiakan moment terpentingnya, menyeret Chelsea. Chelsea menahan dirinya dan seolah menempel di bangku. Masih berusaha menahan dengan memegang meja. Berusaha mengelak dan menolak ajakan untuk naik menemani Ilham didepan. " Ayolah Chelsea.." Ajak Ilham. Matanya membulat. Melelehkan hati Chelsea sekarang. Chelsea menggeleng. Tidak mau. Tapi lengan ilham memaksa. Chelsea akhirnya pasrah dan maju menemani Ilham kali ini, untuk menerima penghargaan. Dengan penuh rasa malu. Karena nama ilham kembali dipanggil. Semua pasang mata sedang mengawasi mereka. Chelsea bangkit menemani Ilham. Dengan wajah merah. Menaiki tangga satu demi satu disambut tepuk tangan meriah. sambutan Audience sungguh antusias. tepuk tangan mereka sangan kencang. " Selamat untuk dokter Ilham Jayanegara siswanto Putra, atas prestasinya." Ucap MC. memberikan Selamat kepada Ilham dan dihadiahi sertifikat yang diserahkan oleh Prof. Albert dari jepang. Ilham mendapatkan lagi sertifikat dan sebuah amplop. Ilham memamerkan sertifikatnya dihadapan umum. Ia berterima kasih dengan bersalaman dengan para guru besarnya. dan Prof. Albert. Chelsea bertepuk tangan. Ia masih tersenyum dan kagum, Lalu melihat Ilham membuka Amplop yang diberikan. Ilham tertawa. " Wow..Ha..ha,," tawa Ilham. Memamerkan tiket perjalanan ke Miami. " Wah..., ini jelas meledek saya, Ini tiket impian saya liburan Honeymoonth ke Miami. Entah dapat dari mana bocoran mimpi saya." Ungkapnya Ha..ha..ha.. " Sepertinya ini mengejek saya!hmmm..., Sebenarnya saya masih belum diterima untuk menikah dengan calon Istri saya. Tapi.., thanks hadiahnya. " Ilham begitu terkejut dan bahagia. ia mengecup tiketnya beberapa kali. " Ini adalah tiket terbaik untuk saya. Terima kasih, ha..haa.." tawanya kembali . " Tapi saya bingung pergi dengan siapa jika tiket ini tiket liburan romantis bersama pasangan. Dan..., saya belum menikah.." Ucap Ilham tertawa di depan dengan microfon yang besar bicara lantang didepan . Chelsea senyum. Ia ingat bahwa Ilham telah melamar dirinya sudah dua kali, tapi ia hanya meminta Ilham untuk menunggu. Ilham masih sabar menunggu jawaban darinya. Mungkin jika ia sudah menerima menikah tiket itu bisa jadi untuk liburan ke Miami seperti yang Ilham bayangkan. Chelsea menebarkan senyum pada Ilham. Ilham menatapnya dalam dan kini ia menatap penuh keseriusan. " Jika tidak keberatan. Hari ini bukan hanya mendapatkan penghargaan atas kerja keras saya, tapi hari ini juga saya mendapatkan tiket terbaik jalan ke Miami. Terima kasih untuk hadiahnya, Tapi tiket ini adalah perjalanan romantis bersama pasangan. Saya jadi teringat sesuatu hari ini. Jika tidak keberatan. Hari ini, saya ingin melengkapi mimpi saya, Saya ingin meminta calon Istri saya untuk menjawab, dan melamarnya malam ini." Ilham menatapnya dalam-dalam membuat Chelsea terkejut. "Bersediakah Chelsea menikah dengan saya?" Pinta Ilham melihat wajah Chelsea berubah kaget seketika. Wooooooooo...woooooo Semua orang bertepuk tangan riang. Berteriak histeris. Dan bersorak-sorak. Ilham melamar Chelsea didepan semua orang. Mereka dibanjiri ucapan Selamat. " an..an..it..ah..." Chelsea malah gugup dan entah ia mau menjawab apa, matanya begitu bingung melihat raut wajah ilham yang masih senyum sumringah dan seolah pasti mendengar jawaban baik dari Chelsea. Terima...,terima.., terima... Chelsea hanya diam. Masih kelu untuk menjawab. Ia malu juga tidak bisa berkata apapun. Selain melihat kearah meja-meja yang melihat mereka. "Ilham.." desis Chelsea. Ketika Chelsea dihampiri ilham dan memegangi jemari Chelsea. Dan berdiri dihadapan Chelsea. Degupan jantungnya semakin kencang, ini adalah hari pertama dibuat bingung dan shock, atau apalah artinya. Tapi ketika jemari ilham memegangi jemarinya, lalu menyematkan cincin dijari manis Chelsea. gugup itu hilang dan membuat jantungnya berhenti seketika dan tenang. Senyum mengembang dibibir merah merekah Chelsea. Matanya berbinar menatap Ilham dalam. Ada kata - kata yang ingin Chelsea lontarkan nanti, ia ingin sekali memaki Ilham karena telah membuatnya jantungan malam ini. inikah..rasa itu..ya rasa itu. kembali lagi. ya ...., tuhan ilham.. Ilham mengembalikan kembali perasaan ini. Chelsea terlalu bahagia malam ini, hingga ia ingin melihat wajah seluruh undangan malam ini. apakah mereka tertanggu atau malah ini membuat hiburan untuk mereka. satu demi satu chelsea lihat. Ia tidak sengaja melihat kearah meja disudut. Dan menemukan sosok yang lama tidak ditemuinya. " David" desisinya dalam hati. hatinya mencelos seketika. Ini adalah kesempatan untuk chelsea mengubur lembaran hitamnya dengan David. Dan melangkah dengan Ilham. Ia memandang wajah david. Ada raut wajah david yang terlihat marah dan mengatakan Tidak dengan Ekspresinya. Chelsea masih memastikan debaran kencang jantungnya untuk David ataukah Ilham. kenapa deguban itu tidak kembali terjadi. apakah mungkin ...mungkinkah ilham telah.. David melihat Chelsea didepan dengan sangat seksama. Chelsea mulai mengalihkan pandangan dirinya dengan menatap ilham kembali. Wajah David terlihat begitu Risih dan tidak sedap dipandang. " Bagaimana..?" Tanya ilham kembali. Chelsea diam lalu melirik wajah David yang kembali menggeleng. " Bagaimana apakah kamu bersedia menjadi istri, saya?" Pinta Ilham sekali lagi. "ya.." Ucapnya tegas. Chelsea mengangguk. Ia langsung dipeluk oleh ilham seketika. Dan dicium keningnya. Chelsea senyum kearah meja. Menatap David. Melihatkan kesediaannya menikah dengan Ilham. Suara tepuk tangan kembali membanjiri mereka. Teman Ilham kembali bersorak sorai dan bersiul kearah mereka. David melihatnya. Ia meremas taplak meja sekuatnya. Menahan amarah yang hampir meledak. " Chelsea." desis david. Chelsea meliriknya. Ada tatapan tajam dimata David padanya. Ia hanya menatap mata David. meminta dengan mata sayu miliknya. lupakanlah..ini sudah berlalu... *** " Chel..ada apa?" Tanya Ilham. Chelsea mengeleng. Mereka diberi selamat oleh Prof dan kembali turun dan dibanjiri ucapan banyak dari rekan Ilham. Mereka kembali duduk di meja. Menikmati moment yang sudah terlewat 5 menit lalu. Chelsea masih memegangi dadanya. " Kenapa? sakit." Chelsea menggeleng. Ilham pasti tidak tahu bahwa selama diatas panggung itu jantungnya terus kencang. Dan hampir saja ia berteriak girang, ia merasa menjadi wanita paling bahagia saat ini. Tapi mungkin sekarang Ilham menjadi lelaki paling bahagia juga. Lamaran nya kini sudah Chelsea terima. Itu penantian dirinya selama ini. " Maaf tadi pasti membuat kamu malu. Selanjutnya saya mau secara resmi kerumah kamu bersama keluarga besar saya." Jelas Ilham. " Ilham, apa tidak terlalu cepat." Jelas Chelsea mengingatkan. " Mau berapa tahun lagi..." " Bukan itu, apa tidak sebaiknya kita tunangan saja. Lalu selang satu tahunnya baru kita persiapkan pernikahan." Ilham mengangguk. Tapi kembali ia berfikir. " Saya tidak setuju. Saya tidak mau kamu berubah fikiran lagi. Lihat usiaku chel! saya tidak main-main. Saya mau memiliki keluarga kecil sejak satu tahun lalu." Chelsea melirik meja David yang terus memandangnya. " Baiklah..., saya setuju." Ucap Chelsea. Padahal chelsea hanya memastikan itu bukanlah lelucon atau hanya akting ilham. Ilham terus memegangi jemari tangan Chelsea. Dan tidak mau melepasnya, beberapa saat. ia masih senyum melihat jari manis dijemari chelsea dengan cincin yang indah darinya. Hampir satu jam setelah penobatan dokter mata terbaik, dan dokter spesialis lainnya. Akhirnya acara hiburan dimulai. dari hiburan artis dengan penyanyi jazz monita, kahitna, dan Raisa. menghibur malam ini dengan nikmat. Lantunan lagu yang merdu dan syahdu ditelinga. menghipnotis undangan untuk menyanyi. dan menikmati tiap melodinya. Chelsea masih menikmati lagu dari Raisa dengan judul Kali kedua, spesial request Prof. untuk Pasangan baru malam ini. Ilham dan Chelsea. Ilham bangkit senyum, berjalan kearah pojokan. " Mau kemana?" Tanya Chelsea. " coffe break, nanti saya ambilkan." Seolah ia sudah menjadi seorang suami yang siap untuk chelsea. Mengambilkan makanan dan minuman ringan untuknya. Chelsea ikut bangkit. " Duduk saja." Pinta Ilham. Chelsea menggeleng. ia mendampingi ilham mengambil pudding atau salad yang sangat disukai oleh Chelsea. " Salad Seafood..." Ucap Ilham. Heran. Ia mengamati beberapa seafood yang segar, yang jarang ia cicip diresto manapun. Salad seafood. Makanan itu Terlihat menarik dan enak dengan rumput laut yang menggiyurkan kres. Ilham mengernyit . " Apa, Salad seafood. Mana.?" tanya Chelsea penasaran. Melihat dimeja ada sebuah salad buah dengan udang dan irisan ubur-ubur,dengan rumput laut." Ilham menyendokannya. " oh, tapi..." Chelsea hampir menolaknya tapi terlanjur mampir di piring Chelsea. " JANGAN MAKAN ITU.!"Seru lelaki yang tiba-tiba berada dibelakang ilham. Ilham membalik. " David!" Ucap Ilham kaget. " kenapa?" tanyanya kembali. " Chelsea alergi seafood." Jelas David. " jangan sok tauk.." ketus Chelsea dan menyeret Ilham untuk tidak lagi berhadapan dengan David. Mereka kembali duduk dimeja. " kamu alergi chel.., jangan dimakan itu." Ucap Ilham menghalangi Chelsea menyendok suapan udang dengan buah dan mayonnaise. Chelsea mengunyahnya. Dan melihatkan pada david, jika ia baik-baik saja. " Fine." Cetus Chelsea. David menaruh coffe miliknya, melihat Chelsea mengunyah makanan itu lalu keluar dari ruangan. Ia berlari secepatnya. Ilham melihatnya, melihat David berlari keluar ruangan. Chelsea menyudahi sendokan saladnya dan meneguk air putih yang banyak. ia mencoba berjalan kembali menuju meja miliknya dan Ilham disana. Kembali air putih ia teguk segelas penuh. Ia diam dan tidak banyak bicara. Dan duduk menahan sesuatau yang menyerangnya tiba-tiba. kembali ia meremas gaunnya, menahan rasa sesak didadanya. dan panas yang menyerang seluruh kulitnya. " Hai Bro, pa kabar?" beberapa teman Ilham mendatangi meja, dan memberikan selamat atas penghargaannya malam ini. " Eh, Dokter Iwan. Baik." sapa Ilham. " kenalkan Ini calon istri saya, ia dokter kandungan dirumah sakit Swasta." jelas Ilham. Chelsea senyum kearah dokter Iwan lalu menyalaminya. Mereka mengobrol sesama lelaki dan angkatan. mengacuhkan Chelsea yang dari tadi gelisah menahan sesuatu yang ditahannya hingga meringis dan sesak. Sekarang tampak beda. Wajah Chelsea tiba-tiba sedikit merah dan kini ia mual. Oekk.. Chelsea berlari ketoilet. Ia menahan makanan yang mau keluar dari mulutnya. " Chel.." Ilham mengikuti nya seketika. Ia hafal betul gejala alergi yang akut bahkan bisa sesak nafas juga pingsan. Ilham mengikutinya dibelakang menuju toilet perempuan. Berjaga-jaga jika chelsea pingsan. " kamu baik-baik ajah, Chel." Ilham gelisah dan masuk saja tanpa memperdulikan bahwa ia masuk kedalam toilet wanita. Chelsea mual-mual dan muntah di wastafel. Wajahnya mulai merah dan nafasnya mulai sesak. Ilham mengusap tengkuk Chelsea dan menahan tubuh Chelsea. " wajah kamu sudah merah, Chel..!" Ia panik. Chelsea mengangguk dan tidak bisa lagi bicara selain ia keluar keringat dasyat. dari keningnya dan menarik nafasnya dalam-dalam. Denyut nadinya melemah. Tubuhnya ambruk seketika. Ilham menahan tubuhnya jatuh kelantai. " astagfirullah chelsea.." ''ihsshhs.." Ringis chelsea. Memegangi perutnya sakit. " Chelsea!!" Ilham langsung mengendongnya keluar dari toilet dan membawa chesea dalam pangkuannya sedikit lari. Ia berlari menuju arah Lobby. Langkahnya terhenti sejenak. Kembali ia berpapasan dengan David. " Ilham!! tolong turunkan Chelsea!!." Pinta David. wajahnya pucat melihat chelsea kesakitan dengan penuh keringat didahinya. " Pergi!! minggir..!!" Bentak ilham. ia menolak tawaran David. " Saya bilang TURUNKAN!!" Teriak David. " Saya mau bawa dia kerumah sakit. MINGGIR...!! Teriak kembali Ilham. Mendorong David yang masih menghalangi langkahnya untuk ke mobil. " Minggir!!" teriak Ilham kembali. " Dave..." Desis . " Pergi..."Tambahnya. ia masih kesulitan membuka mulutnya untuk bersuara. David mengeleng. Ia kembali melihatkan ampuls dan suntikan. Yang siap ia suntikan. " Turunkan. Saya punya obat untuk meredakan alerginya, Untung saja keburu. Cepat!! saya mau suntikan." Ucap David melihatkan ampuls dengan suntikan. Dengan mata tajam miliknya. Ilham mengangguk. Chelsea ditidurkan disofa. Ilham meletakannya perlahan. David menyuntikan beberapa cc. dipembuluh darah Chelsea. "akh..shh" ringisnya. Chelsea meringgis. Ia menatap wajah David. Dan mengatupkan matanya perlahan lalu lemas. Chelsea pingsan. _______ Satu jam sudah Chelsea berakhir di UGD dan belum membuka mata, Ia tertidur pulas. Ilham masih mendampinginya. Sudah satu jam. Chelsea membuka matanya perlahan. " Oh.." ia merasakan perutnya sakit. Dan wajahnya masih sedikit bengkak dan merah." kenapa tidak bawa kerumah saja." Ucap Chelsea lemah. " kenapa memaksa makan makanan itu." Ucap Ilham kesal. " Saya panik. chel, saya takut!." Tiba- tiba David kini berada di hadapan Chelsea. " Mau bunuh diri pakai pisau saja." Ketus David. Chelsea diam tidak menyahut. Menahan Ilham yang akan bangkit dan siap mengepalkan tinjunya. Chelsea memperingatkan dengan matanya, menggelengkan wajahnya agar menahan jangan membuat keributan. " kita pulang saja." Ucap chelsea. " Saya tidak akan mati karena alergi." Tegasnya. " jadi kamu keluar saja tinggalkan kami!!" Chelsea menatap mata David. Empat tahun lalu David sama seperti ilham ketika melihat Alergi akut chelsea, rasa takut kehilangan Chelsea selamanya. " Thanks." desis Chelsea. Pada David. Ilham meliriknya. David pergi tanpa kata dan pamit. Ia tahu betul rasa cemas empat tahun lalu, sebelum ia menemukan penawar ampuh alerginya. Chelsea hanya menatap punggung David. berusaha menahan keinginan dirinya untuk memeluk David setelah setahun tidak ia temui. Dan ada keinginan dirinya untuk bertanya kemana saja. Tapi kali ini ia tidak punya lagi hak atasnya. Dan Rani lah yang berhak atas dirinya. dan mengatakan rindu padanya. Ilham kini memiliki hak penuh atas Chelsea. Ada raut wajah kecewa tergambar di wajah ilham. ketika ia selama ini tidak mengetahui Alergi yang dimiliki oleh Chelsea, Dan Chelsea pun tidak pernah cerita mengenai alerginya. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD