bab.10.
sesuka hatimu
***
Esok harinya,
David mendatangi Ilham dirumah sakit. ia berjalan tegas menuju poli ilham. David juga masih belum berganti pakaian sterilnya sehabis operasi 1 jam tadi, ia memandangi lelaki yang disebut dokter ilham dari jauh. ilham masih berdiri memeriksa beberapa berkas pasien hari ini yang akan ia periksa. Badannya terlihat tinggi putih dengan kacamata yang tipis, wajah yang maskulin. Dadanya juga bidang karena sering gym sama dengan dirinya yang suka olah raga.
David masih memperhatikannya dari kejauhan. menurutnya chelsea memang terlihat cocok untuknya. ia menghela nafas panjang. dan kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan nya yang sedang praktek.
Ilham terlihat sangat rapi dan bersih. ia juga mengira dokter sepertinya banyak yang mengincar nya juga, ia tersenyum ketika melihat salah satu para asst dokter yang berharap dokter itu meliriknya.
'' cih..., sama ajah brengsek."desisnya ketika melihat salah satu asstistennya genit tanpa ditanggapi serius oleh ilham. Ia melihat ilham memasuki ruangannya, dan mempertegas langkahnya masuk tanpa permisi dan melewati perawat yang ada di depan pintu.
KLEKK...
pintu terbuka dan langsung ditutupnya kembali.
"Silahkan.."
Ilham tersenyum, menyambut baik kehadiran david.
David datang tanpa kekerasan dan hanya ingin membenarkan bahwa kabar itu benar ataukah hanya isapan jempol belaka. Benarkan lamaran untuk Chelsea semalam itu adalah niat seriusnya
" Benarkah..Anda ada hubungan dengan chelsea..?" Ia duduk didepan dokter ilham bagai pasien dijam kosong, menatapnya serius.
" maaf saya bertanya tentang chelsea..., hanya saja mau memastikan hal itu saja.."
Ilham mengernyit.
" Masalahnya apa? untuk anda jika kami memiliki hubungan?" ilham balik pertanyaan david, yang membuatnya diam. Ia kembali melempar pertanyaan kedalam matanya. Yang terlihat hanya kecewa.
" Jawab saya..."
" Jika Iya, lantas.."
'' BAGUSLAH..SELAMAT."
David bangkit menyalaminya.
Ilham mengangguk, tanpa menjabat tangan david. ia hanya melihat tangan david saja yang terulur, ia masih kesal karena semalam ia hampir saja memukul david karena membuat malam yang seharusnya spesial menjadi hancur, karena kedatangan david.
KLEKK
..
'' pasiennya sudah antri, dok.."
Tiba-tiba Chelsea datang. Ia langsung menatap wajah david.
" Untuk apa kemari??"
" aku hanya mau tau, ada hubungan apa kamu dengan dokter ini??"
" stop, apa hubungannya bertanya aku dan dokter ilham ada hubungan apa?? apa hak mu? siapa kamu sekarang??"
Chelsea naik pitam, ilham mencoba menenangkan chelsea. ia mengusap bahu chelsea,
" Aku menerima lamaran ilham dan segera akan kami resmikan. Jadi tidak ada lagi urusan kita sejak 4 thun lalu." jelas chelsea. membulatkan matanya pada David
" tenang sayang, david kesini ngak buat kerusuhan itu saja, dia menyalami kita selamat atas lamaran aku semalam."
Chelsea menarik nafasnya.
" pasien kamu nunguin diluar, dave sebaiknya kita bicara keluar, sebentar."
" udah, gapapa sayang aku ngak keberatan david kesini.."
Chelsea menghentikan ucapan ilham dengan matanya.
" kasih aku kesempatan, aku mau ngobrol sama david, kamu ngak usah kuatir.."
Ilham mengannguk. david keluar ruangan begitu saja. tanpa permisi.
chelsea mengejarnya tanpa suara dan tak mau membuat keributan dirumah sakit, ia mengejar david yang berjalan terlalu cepat dan melihat sekitar rumah sakit. David terlihat sudah tiba di parkiran.
" Dave."
Hampir satu tahun ia menghindari David. kini ia berani menemui dirinya langsung.
" Lama tidak bertemu...chel." Ucap nya malu dan pergi. " Ada apa?" Tidak melihat wajah chelsea dan berniat naik keatas motornya. Dan tidak membawa mobil biasa yang dipakai.
" aku sudah menerima lamaran dokter Ilham, jika waktu tepat. aku akan bawa dia kerumah kakek. Jadi paman tidak perlu kuatir lagi, ilham pasti menjaga saya dengan baik, dan tidak akan menyakiti hatiku seperti yang paman lakukan." Jelas Chelsea.
david menatap wajah chelsea dan segera turun dari motornya.
" menyakiti.., apa cuman kamu disini yang tersakiti?? hakh..kamu pernah ngak tanya kalau hati saya bagaimana??"
" lalu.."
david membuang nafasnya panjang.
" Itu bukan urusan saya! kamu mau menikah ataupun cerai, atau bahkan mau mati saya TIDAK PEDULI." Ucapnya.
chelsea mengangguk.
" Ya, siapa saya? Saya hanya keponakan paman. Jadi paman tidak perlu mencampuri urusan saya atau mencari tahu siapa pacar saya kali ini, jadi untuk apa kamu memastikan hubungan saya dengan Ilham. Hakh?!" Chelsea naik pitam. Ia kesal karena David tidak pernah jujur perasaanya terluka dan berusaha menangis bersama karena hubungan mereka berakhir. kenyataan lelaki selalu bisa menyimpan kesedihan dirinya dibanding perempuan yang selalu cepat menangis.
David Diam.
" Saya tau paman David belum bisa melupakan keponakannya, benarkah?" ledek Chelsea.
" jika Iya, kenapa?" Tanya David kembali.
" lupakan SAYA_ KEM_BA_LI PADA RANI...! JELAS."
" Apa kamu yakin kamu bisa melupakan saya...hakh.." Tanya David kembali.
Chelsea tersenyum.
" jika saya bilang saya masih mencintai kamu!! lalu bagaimana? Apakah paman David akan mengumumkan, jika saya masih mencintai paman nya, lalu pamanya juga masih mencintai keponakan itu. kenyataan bahwa cinta pertamamu adalah anak dari kakak perempuan dengan berbeda ibu. kamu adalah anak kakekku"
David Diam.
" kamu tidak berani Dave..., dari dulu kamu terlalu takut, dan mengabaikan perasaanmu sendiri. Kata maaf itu hanya membuat aku sadar. Kamu tidak secinta yang aku pikir. Dan setelah pertunangan kamu dengan Rani. Itu sudah jelas menunjukan bahwa kamu benar sudah tidak memiliki hati untuk saya, jadi jangan pernah tanyakan lagi Aku masih menicintai kamu atau tidak." Jelas Chelsea.
Chelsea pergi meninggalkan David dan berlalu begitu saja. Berusaha mengungkapkan hatinya. Yang ia pendam selama ini.
" kalau kamu masih mencintaku, apa kamu mau pergi denganku sekarang, kita menikah dimanapun yang kamu mau, kita abaikan perkataan orang kita ngak bisa bersama, bagaimana. chel.."
" gila, apa aku segila kamu, sesuka hatimu.., setelah kamu sakitin aku tanpa maaf, tanpa kita berpisah baik - baik, lalu kamu tunangan dengan rani supaya aku terluka, sekarang saat aku punya kesempatan untuk hidup dengan orang yang sudah membuatku jatuh cinta, kamu hadir mau bawa luka lagi, minta kesempatan lagi, padahal kesempatan mustahil untuk kita bersama.."
" apa mau kamu, chel.., aku ngak berniat untuk campuri urusan kamu dengan lelaki itu, aku hanya memastikan kamu benar - benar bisa bahagia dengan lelaki itu, walau bukan aku."
" sekali ajah, dav. kamu minta maaf dan akui semuanya bahwa kita selama ini sama - sama terluka, itu ajah.., aku ngak minta juga kita balikan. kita memang gak ditakdirkan bersama."
" oke, aku minta maaf chel, aku telah menyakiti perasaan kamu selama ini apa kamu puas."
Chelsea diam.
David langsung menaiki motornya dan kembali kerumah sakitnya dimana ia tugas ngak jauh dari rumah sakit dinas ilham.
***
Setelah percakapan dengan chelsea tadi. Ia berhenti sejenak. Menuju Rumah sakit dan kampus. David diam dan duduk di bawah pohon dengan kursi kayu yang selalu menemani hari mereka. Kali ini bukan hanya Chelsea yang mengingat masa lalunya. Tapi sekarang memori david mundur ke empat tahun lalu. Ia ingat senyuman Chelsea yang polos dan selalu memajukan bibirnya dengan cemberut. Manja dalam peluknya dan sering minta dibelikan eskrim seperti anak kecil yang merengek.
David tahu betul tiap guguran bunga Bougenville itu adalah memori yang selalu ia ingat bersama Chelsea. Ia selalu tiduran di kaki Chelsea melihat gugur bunga yang jatuh tertiup angin. Dan David akan meminta Chelsea untuk diam dan duduk sejenak, meminjam pahanya sebagai bantal. Ia hanya kurang tidur dan ingin memejamkan matanya sebentar. David tiap malam selalu bekerja keras belajar menjadi dokter ahli bedah saraf.
David tersenyum ketika bayangan itu hanya empat tahun lalu.
Kini ia memejamkan matanya lagi mengingat ketika chelsea menumpahkan mie ke jas snelly miliknya. Ia senyum ketika esok harinya ia muncul dikelas dengan senyuman termanis yang pernah ia lihat. Tapi waktu itu karena ia merasa malu pada Prof Setiawan. Ia berusaha menegurnya. Justru setelah menegur Chelsea malah ada perasaan eneh yang menyelip dihatinya.
Gadis itu bisa menghipnotis dengan mata miliknya. Merubah fikirannya seketika. Dan langsung memunculkan debaran jantung yang dasyat. Mencuri pandangan padanya ketika gadis itu berada dikantin untuk makan bersama temannya. David kembali menghela nafas panjang.
Melihat Bunga crysant seolah mengingatkan dirinya dengan edelweiss di puncak gunung pangrango.
" chelsea.." desisnya.
Hari dimana masa orientasi mahasiswa terakhir. David ikut pendakian bersama team mapram. Ia diajak oleh Tino. Hari itu juniornya naik mendaki lewat jalur cibodas. Melewati beberapa tempat peristirahatan dan air terjun serta, sumber air panas. Termasuk Chelsea yang ikut hiking ditemani teman yang ia kenal namanya feby.
David berada diurutan paling belakang. Ia melihat punggung Chelsea dengan tas yang begitu berat dan jalan sempoyongan. Terlihat ia jarang olahraga, sejenak ia mencoba jongkok. Lalu kembali berdiri berjalan dengan langkah kaki semakin berat.
David menertawakannya.
Chelsea jatuh dan kakinya terkilir. Semua melihatnya dan berusaha menolong Chelsea. Ia duduk dan dibetulkan oleh calon dokter Orthopedi. Chelsea meringis dan petugas yang membawa alat P3k membalut kakinya dengan kassa. Chelsea mencoba berjalan dengan dipapah Feby.
Tapi Feby kesulitan dan mereka terhuyung-huyung.
" feb..hati-hati.." Ucap chelsea takut jatuh lagi.
David melangkahkan kakinya dan mencoba menawari Chelsea untuk dipapah olehnya. Chelsea menolak dirinya seketika. Ada tatapan benci dari raut wajahnya. Juga kesal.
David heran, gadis itu sewaktu dua minggu lalu senyum dan tebar pesona. Seolah menguntit dimanapun David berada dan tiba-tiba ia menjauh. Dan melihat david benci.
" Saya ngak mau!" Ucap Chelsea.
David diam dan melihatnya berjalan masih dipapah oleh Feby yang kesulitan membantunya.
Tanpa ba-bi-bu, David langsung menggendong Chelsea. Dan tas Chelsea dibawakan oleh mahasiswa yang bernama Sule. David melemparnya.
Feby meringis. Ia kaget David mau menggendong dalam peluknya. Menaiki jalan menuju atas bukit. Meski setengah kelelahan dibalik jaket tebal David yang berwarna hitam. Dengan kupluk yang senada. Ia masih kuat membawa Chelsea ke atas bukit. Meski dengan siulan yang heboh dari angkatannya.
"suitt..suitt.."
Chelsea meronta, ia minta untuk diturunkan dan mencoba cerewet padanya. Meneriakinya
" Turunkan.., saya tidak suka digendong seperti pengantin baru." Wajahnya merah. tiba-tiba celetukan polos keluar dari mulut chelsea." kamu deg-degan bukan..?" Tanyanya spontan.
Chelsea langsung diturunkan dan jatuh. Ia meringis David menurunkan seketika.
" Dasar..cowok jutek!! Hey...jangan pernah bilang sama orang- orang kalau saya adalah si penguntit!! " teriaknya kesal
David membalik.
" si penguntit!!" cetusnya. Ia mengernyit mengingat ia tidak pernah bicara tentang chelsea pada siapapun.
" iya.., semua orang bilang kalau aku si penguntit! Siapa yang nguntit kamu sih?"
" Benarkah.." jawab David meledeknya dengan mata sadis. " lalu sewaktu di lab siapa yang menumpahkan satu jeringen alcohol kalau bukan karena kamu menguntit saya." Jelasnya. ia menatap chelsea dengan matanya yang tajam dan tidak percaya.
" It..itu.. karena sewaktu itu kebetulan aku lagi ada diruang lab. Mau ngerjain sesuatu. Terus kamu masuk gitu saja. Dan saya ngumpat! dipojokan..., Takut ketahuan..te..rus ada tikus. Jerigen nya ketendang dan jatuh! Maap..karena itu kamu kena marah Prof." ucapnya polos. Dan jujur.
David senyum. Ia kembali menghampiri Chelsea dan menggendong nya.
" hey..hei..turunkan!!" Ucap nya malu.
" chel..sudah terima saja. Kapan lagi elo bisa digendong tuh.." celetuk feby tiba-tiba. Lalu menyunggingkan bibirnya. " bentar lagi sampai. Tuh.."
Chelsea melihat ia hampir tiba di atas bukit padang edelweiss.
David mempercepat jalannya. Ia membawa Chelsea bagai membawa sesuatu yang ringan. Tanpa beban.
William melihat Chelsea. Ia senyum. Chelsea masih malu melihatnya dan pura-pura cuek telah menyatakan cinta padanya waktu itu.
David meletakan Chelsea dan Ia memapah Chelsea memikmati udara gunung yang dingin. Melihat padang edelweiss indah. Tak banyak yang keluar dari mulut David selain melihat padang itu dan melirik wajah Chelsea yang senyum menatap keindahan dengan raut wajah polosnya.
Saat itu david menyadari ada debaran kencang menusuk lagi jantungnya dan mencoba menghindar.
Chelsea menatap wajahnya. Angin membelai lembut rambut Chelsea yang meniupkan Aroma sampo bunga rose. yang langsung menusuk hidung David. Ritme nya semakin tidak beraturan. Ia malah menjauh dan mencoba menjauhi Chelsea.
Chelsea merasa aneh. Melihatnya semakin menjauh.
" Thanks..ya.." Ucapnya. Karena telah membantunya naik keatas perbukitan.
David tidak membalas dan malah berbalik meninggalkan Chelsea sendirian yang masih belum seimbang dengan kakinya.
Hembusan Angin membawa dirinya kembali kewaktu sekarang. Bukan lagi udara Gunung yang ia ingat waktu itu. Kenangan dirinya yang sangat berkesan. Hingga frame dengan foto mereka berdua empat tahun lalu tidak bisa ia buang dan berakhir ditong sampah.jika saja waktu itu ia berusaha untuk tidak peduli dan ingat pada Chelsea. ia memungkiri perasaannya dihadapan kakek.
Seluruh kenangan dirinya dengan chelsea membuatnya terluka saat ini, ia ingin berteriak kalau wanita yang ia cintai tak bisa dimilikinya, hanya kenangan indah saja bersamanya. david harus menerima kenyataan bahwa takdir mempermainkan hati mereka hingga terluka, dan semua kenangan indah itu harus dihapus kedalam lembaran yang baru.
ia kembali ke parkiran kampus, dan menaiki motornya dengan sangat kencang.
***