Bab 26

1712 Words

Pov Diva “Ah iya, aku lupa.” Kuhendak menutup kembali tutup stereoform ini. Namun, satu tangan Mas Iqbal menahannya. “Kok malah ditutup lagi, Va?” Aku melongo, bukannya dia sendiri yang bilang susah lagi nyetir, ya? “Kan lagi nyetir, Mas?” “Hmmm, tangan Mas memang sibuk, tapi tangan kamu ‘kan bebas.” Eh, maksudnya apa ini? Apakah ini kode kalau Mas Iqbal minta disuapin? Duh, tiba-tiba aku jadi malu sendiri kalau kayak gini. “Jadi?” Aku menatap wajah tampan yang tampak dewasa dan tenang itu. “Suapin,” kekehnya seraya mengulum senyuman. Tuh kan, ternyata sudah mulai modus. Namun, akhirnya aku menurut juga. Kuambil satu biji kue tersebut lantas mulai menyodorkan ke bibirnya. Rasanya badan panas dingin dan waktu berhenti berputar ketika bibir lembutnya menyentuh jemariku. “E

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD