Bab 42

1002 Words

Tanpa sengaja Aira berpapasan dengan Adrian. "Tuan.." Aira penasaran hendak kemana pria di depannya malam-malam begini. Pun sebaliknya dengan Adrian. "Kamu mau kemana?" Sergap Adrian. Aira sebenarnya belum bisa tidur karena pikirannya masih kacau. Terlebih saat ia tahu kondisi Tuan Devan saat ini yang kehilangan ingatannya. "Aku masih belum bisa tidur." Aira mengatakan apa yang ia rasakan. "Kalau Tuan hendak pergi kemana?" Aira juga penasaran. Adrian Lakeswara menjelaskan bahwa saat mereka pergi tadi ada penyusup yang masuk ke kamar perempuan tidak sadarkan diri itu. Aira terkejut. Ia merasa khawatir penyusup itu adalah orang dari Kota Baru. "Tuan, mungkinkah penyusup itu adalah Pemimpin Kota Baru?" Aira mengira-ngira. Adrian tidak bisa memastikannya. Hanya saja jika benar-benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD