"Tuan.." Aira terkejut melihat Adrian berdiri dihadapannya. Adrian masih menatapnya dengan tajam. "Ada urusan apa Tuan datang pagi-pagi sekali?" Aira tampak basa-basi. "Kenapa? Apa aku mengganggumu?" Adrian tidak suka mendengar Aira sepertinya keberatan dengan kedatangannya. "Tidak, tidak Tuan." Aira mengangkat kedua tangannya. "Suatu kehormatan pagi-pagi sekali aku bisa melihat wajah Tuan yang tampan." Alih-alih membuat Adrian marah, Aira lebih memilih memuji pria dihadapannya. Adrian sedikit melambung tinggi. Aira bisa menebak bagaimana pria dihadapannya itu haus akan pujian. "Kamu mau kemana sepagi ini?" Adrian balik bertanya. "Pertama aku akan datang ke kamar Xixi, lalu aku akan melihat kondisi Tuan Devan." Aira mengatakan apa saja yang akan ia lakukan. Ketika mendengar nama

