Bab 44

1001 Words

Aira meletakkan dua jarinya di sudut-sudut bibir Adrian, membentuk busur panah sehingga tampaklah kini pria itu tengah tersenyum kepadanya. "Seperti ini." Aira telah berhasil membuat Adrian tersenyum. Adrian memandang wajah Aira. Keduanya tampak semakin dekat dengan posisi seperti itu. Mereka berdua tampak salah tingkah. "Baiklah. Aku akan mencobanya nanti." Adrian berusaha bersikap normal. Mereka sama-sama kembali ke tempat dimana meninggalkan Xixi dan Tuan Devan yang kini tengah dijaga Lionel. Aira berharap pembicaraannya dengan Adrian akan membuat pria dingin itu berubah dan mau bersikap lebih hangat kepada Tuan Devan. Mereka kembali hendak menjalankan tugasnya masing-masing. "Tuan Devan, hari ini aku akan menemani Xixi. Tuan jangan khawatir, Tuan Adrian sekarang sudah jauh lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD