Bab 45

1000 Words

Aira tak hentinya memikirkan bagaimana Xixi telah menyukai Adrian secepat itu. Setelah mengantar Xixi kembali ke kamarnya untuk beristirahat, pikiran Aira nampak kacau. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri di taman belakang istana sejenak. *** Di tempat lain Devan yang sudah terlalu banyak makan dan minum sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. "Kakak, aku tidak tahu siapa diriku ini." Devan tampak mabuk. Adrian menelan saliva nya melihat tingkah laku Devan, namun ia tetap mendengarkan celotehan nya. "Kak, aku sudah dipukuli banyak orang. Aku pikir aku akan mati muda. Tak disangka seorang malaikat datang menolongku." Devan sembari senyum-senyum sendiri. Adrian membelalakkan matanya. "Apakah Aira adalah malaikat yang dikirim untukku. Apa kami berjodoh?" Devan tampak mengi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD