bc

Cinta Yang Kumau

book_age18+
295
FOLLOW
1.1K
READ
family
second chance
independent
inspirational
drama
sweet
bxg
city
photographer
friends
like
intro-logo
Blurb

Saran untuk baca cerita "Cinta Yang Kurindu" lebih dulu.

***

Khansa Naura Habrizi, gadis 29 tahun itu mengeratkan genggaman pada ujung tongkat.

"Berhenti bersikap seperti ini. Aku tidak butuh rasa kasihanmu atau siapa pun!"

Pria berusia tiga puluhan itu adalah Leo Chandra, menahan Naura dengan lembut. "Kasihan? Bagaimana kalau aku bersikap seperti ini karena mencintaimu?"

Naura terdiam, merasakan jemari Leo merambat di wajah cantiknya. Mengusap lembut. Perlahan merasakan hangat menerpa wajahnya. Sebelum merasakan Leo meletakan bibir tepat di bibirnya. Sesaat sebelum mulai bergerak lembut membuat Naura berdebar sekaligus air mata jatuh seketika. Hanya beberapa detik, kemudian Naura mendorong Leo menjauh. Menghapus air mata.

Matanya memang kehilangan fungsi melihat, namun tak kehilangan kemampuan untuk menangis. Malah hidup Naura jadi lebih banyak menumpahkan air mata.

"Cinta? Percayalah bahkan aku sendiri tidak tahu seperti apa cinta yang kumau?!"

"Naura..." Leo meniadakan jarak, berdiri di depan Naura.

"Kalau begitu, biar aku tunjukkan seperti apa, cinta yang kamu mau!" Kalimat itu seperti janji, tapi Leo tahu bila mendapat hati Naura tidaklah mudah.

Sama seperti mata indah Naura yang hanya bisa melihat kegelapan, begitu pula hidupnya tenggelam tanpa warna lagi. Naura yang berdiri di hadapannya, berbeda dengan gadis empat tahun lalu yang saat pertama kali Leo temui begitu bersemangat dengan senyum manis yang tak pernah surut.

chap-preview
Free preview
PROLOG

Tatapannya begitu kosong, gelap. Menarik napas panjang, menghirup udara yang segar. Indera pendengar jadi lebih peka pasca kecelakaan tiga tahun lalu, membuat gadis cantik itu tidak hanya kehilangan penglihatan, namun juga senyum di wajahnya. Di antara suara-suara serangga hutan, di tempatnya duduk bisa dengar suara langkah seseorang mendekat.

Khansa Naura Habrizi, gadis 29 tahun itu mengeratkan genggaman pada ujung tongkat.

"Siapa?" Tanyanya gugup. Tidak ada yang bisa memasuki area danau di belakang Villa selain keluarganya. Namun, mereka tahu setiap pagi Naura ingin duduk di sana dalam ketenangan tanpa gangguan.

"Ini aku..." suara serak yang membuat tengkuknya meremang. Familier.

"Leo?"

"Ya, boleh aku bergabung di sini?" Pria berusia tiga puluhan itu adalah Leo Chandra, kakak angkat dari iparnya.

Naura kembali menghela napas, "di sini membosankan. Sunyi. Kenapa tidak pilih tetap di dalam, bersama yang lain?"

Sehabis diguyur hujan semalaman, dingin semakin menggigit tubuh. Bahkan kardigan rajut dan Scarf syal, tak cukup membuat Naura merasakan hangat.

"Benarkah begitu? Tapi, kamu menikmati. Kamu betah duduk di sini berlama-lama."

"Tapi—“

"Jangan khawatir, aku terbiasa hidup beberapa tahun di tempat lebih sunyi dari yang kamu pikirkan."

Naura bisa dengar nada gurau Leo. Bermaksud membuat suasana lebih cair. Tak Leo duga, Naura malah berdiri, terlihat berkeras tak ingin di temani. Naura menggerakkan tongkat, berjalan mengikuti naluri hati.

"Naura, tunggu..." Leo mengejar, tepat kaki Naura tersandung sebuah batu. Membuat tubuhnya tak seimbang dan hampir jatuh bila Leo tak segera menangkapnya. Lalu sama-sama terduduk di atas rerumputan hijau.

"Kamu tidak apa-apa?" Leo khawatir. Namun, bibir Naura begitu lurus tanpa senyuman. Dia menarik tangan lepas dari Leo, berusaha bangun.

"Berhenti bersikap seperti ini, Leo. Aku tidak butuh rasa kasihanmu atau siapa pun!"

Leo menahan Naura, lembut. "Kasihan? Bagaimana kalau aku bersikap seperti ini karena mencintaimu?"

Naura terdiam, merasakan jemari Leo merambat di wajah cantiknya. Mengusap lembut. Perlahan merasakan hangat menerpa wajahnya. Sebelum merasakan Leo meletakan bibir tepat di bibirnya. Sesaat sebelum mulai bergerak lembut membuat Naura berdebar sekaligus air mata jatuh seketika. Hanya beberapa detik, kemudian Naura mendorong Leo menjauh. Menghapus air mata.

Matanya memang kehilangan fungsi melihat, namun tak kehilangan kemampuan untuk menangis. Malah hidup Naura jadi lebih banyak menumpahkan air mata.

"Cinta? Percayalah bahkan aku sendiri tidak tahu seperti apa cinta yang kumau?!"

"Naura..."

Leo baru kembali ke Indonesia sekitar tiga bulan, selama itu memang kerap bertemu Naura dan memerhatikan. Hanya Naura yang sering menghindar dan membuat tembok pembatas. Sementara Naura, tak percaya ungkapan Leo dengan mudah. Sebab, bagaimana tiga bulan dan jarang bertemu membuat lelaki itu menyatakan cinta padanya?

Leo meniadakan jarak, berdiri di depan Naura.

"Kalau begitu, biar aku tunjukkan seperti apa, cinta yang kamu mau!" Kalimat itu seperti janji, tapi Leo tahu bila mendapat hati Naura tidaklah mudah.

Sama seperti mata indah Naura yang hanya bisa melihat kegelapan, begitu pula hidupnya tenggelam tanpa warna lagi. Naura yang berdiri di hadapannya, berbeda dengan gadis empat tahun lalu yang saat pertama kali Leo temui begitu bersemangat dengan senyum manis yang tak pernah surut.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

My husband (Ex) bad boy (BAHASA INDONESIA)

read
216.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
114.9K
bc

Tentang Cinta Kita

read
136.6K
bc

Kali kedua

read
184.2K
bc

Imperfect Marriage

read
268.8K
bc

Obsessive Cruel Husband

read
5.7K
bc

Single Man vs Single Mom

read
86.1K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play