Bab 30

787 Words

GRACE  -- Bangunan tua itu kesepian, ia berdiri dengan gagahnya di seberang rel sehingga siapapun dapat melihatnya dari dalam gerbong. Dinding-dinding batanya selalu memanggilku untuk kembali dan kembali kesana. Tirai pucat yang menggantung di belakang jendelanya selalu mengingatkanku saat kali pertama aku menginjakkan kaki di dalamnya. Pintu-pintu prancisnya yang membuatku langsung jatuh cinta ketika melihat bangunan itu dan memutuskan bahwa itu akan menjadi rumah yang tepat untukku dan Ben. Setidaknya dulu, kini aku tidak yakin tentang apa yang kurasakan. Aku tidak lagi merasakan sengatan kerinduan yang memuncak untuk duduk di atas sofa berlengan di dekat perapian. Aku lupa aroma buku-buku yang disimpan Ben di dalam rak, atau kehangatan lembut yang dipantulkan oleh sinar matahari setia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD