GRACE -- Wajahnya sepucat bulan, bibirnya membiru dan kedua matanya menghitam. Tidak bisa kupercaya aku akan berdiri dan menyaksikannya terbaring, luka bekas tusukan yang melintang di perutnya telah mengering dan menyisakan jejak yang menghitam. Pria itu tidak bernyawa, bahkan aku belum sempat berbicara dengannya sejak terakhir kami bertengkar. Bibirku bergetar saat menyaksikan jari-jarinya menekuk seperti cakar. Aku mengingat tangan itu, jari-jari yang merangkulku dengan erat, mata sebiru langit yang menatapku ketika aku berbicara. Aku ingat semua pembicaraan yang kami lalui beberapa hari terakhir, bahkan aku membayangkannya sedang berdiri di gudang, tangannya memegang perkakas dan ia sedang berusaha memperbaiki sesuatu. Aku tidak membayangkannya akan terkujur tak bernyawa. Aku membi

