Bab 44

870 Words

GRACE  -- Cahaya kecil itu bergerak di kejauhan. Aku melihatnya membias dan jatuh di atas karpet merah gelap milik ibuku. Rasanya aku bisa mendengar suara langkah kaki Nan ketika berlari-larian di atas tangga. Wanita itu menyeretku dari balik pintu kamar untuk bermain petak umpat dengannya. Aku menolak, tapi Nan terus menertawaiku. Sepasang kakinya yang kurus terus melompat-lompat dan dia berlari menaiki tangga kayu itu seperti malaikat kecil. “Grace! Grace! Ayo! Ikut bersamaku..” Aroma kayu bakar di perapian, juga aroma sofa tua di ruang tengah tercium tajam. Aku menatap lidah api yang menjilat permukaan kayu itu. Menyaksikannya memudar secara perlahan hingga hanya menyisakan seonggok abu bekas kayu bakar. Tapi tirai jendela itu tidak berhenti bergerak. Ia melambai ke arahku, dan mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD