Timo berusaha mengingat-ingat nama yang disebut Numa barusan. "Lila." Timo bergumam menyebut nama itu lagi, dan dia menggeleng karena benar-benar merasa tidak mengenalnya. Numa mengamati wajah Timo yang dahinya mengernyit, sepertinya suaminya itu lupa atau memang tidak tahu nama perempuan yang diupah mantan mertuanya untuk pura-pura tidur dengannya. "Kamu masih ingat malam waktu kamu dijebak?" ujar Numa bertanya, seolah ingin membuat Timo mengingat nama itu. "Maksud kamu?" Timo mendadak serius, memutar tubuhnya menghadap Numa, tetap dengan tatapan mesranya. "Itu nama perempuan yang tidur denganmu malam itu," ujar Numa. Wajah Timo berubah, dia sampai memukul kecil sandaran sofa, mengingat malam saat dirinya dijebak dan akhirnya dia mengingat perempuan muda yang sempat memperkena

