Bab 81. Seandainya…

1268 Words

Hasrat Numa kembali b*******h saat Timo beranjak dari duduk sambil terus melumat bibirnya, dan membungkuk menghadapnya, lalu menindihnya dari atas. Numa membuka kedua kakinya lebar-lebar, tidak tahan ingin segera dimasuki suaminya. “Oooh, Timo. Ayo, Timo. Masukin lagi,” desah Numa saat Timo mencium-cium lehernya sambil meremas lembut kedua buah dadanya. Timo yang tegang, menarik celana dalam Numa, lalu menunduk dan menyerbu s**********n Numa, menjilatnya pelan. Kontan Numa mendesah keenakan, duduk mengangkang di sofa dengan kepala mendongak ke atas, merasakan begitu nikmatnya sentuhan lidah Timo di bagian paling intim tubuhnya. “Ah, Timooo. Ooh, enak banget. Oooh. Sssh.” Numa membiarkan jiwa dan raganya tenggelam dalam nikmat dan damai. Tapi, tiba-tiba saja ponsel Timo berbunyi lagi, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD