Bab 83. Penasaran Hesti

1255 Words

“Oh, cincin yang bagus,” ujar Hesti sambil mengamati cincin kawin berlian di jari manis Timo. Dia lalu duduk di samping Timo tanpa permisi. Timo mendengus tersenyum, mengamati Hesti yang semakin menjaga penampilannya, tubuh yang ramping, dan wajah yang sangat terawat. Dia mengakui Hesti adalah perempuan berkelas, tapi entah kenapa dia tidak menyukai tipe perempuan seperti Hesti yang terlalu ambisius, sangat berbeda dari putri cantiknya. “Aku datang ke kantormu. Maaf, aku tidak izin,” ujar Hesti kemudian. “Ya, Bertha memberitahuku. Lain kali hubungi aku dulu.” “Kalo aku menghubungimu, aku khawatir kamu nggak membolehkanku datang—“ Timo mendengus tersenyum, “Kamu bahkan tidak mencoba menghubungiku.” “Oh, jadi aku boleh datang ke kantormu?” “Ya, kenapa tidak? Kejadian kemarin bukan sal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD