Hesti bertanya dengan nada pelan dan wajahnya menunjukkan keseriusan ingin tahu. “Iya, aku sudah menikah, hm … dengan siapa? Aku belum mau mengungkapkannya,” jawab Timo. Pintu lift sudah bergeser terbuka, dan mereka berdua melangkah ke luar. Hesti yang berada di belakang Timo, berusaha berjalan mengimbangi langkah panjang Timo. “Apa kabar Morgan di Yogya?” tanya Hesti yang tiba-tiba saja menyinggung Morgan. Mendengar Morgan disebut Hesti, Timo memelankan langkahnya. “Dia baik dan lebih menyukai suasana di Yogya,” jawabnya. “Aku tau kamu menyukai Numa … hm, maksudku ya … Morgan dan Numa.” Timo tertawa kecil, tahu arah pembicaraan Hesti. “Irfan sudah punya pilihan untuk Numa,” decaknya pelan. “Ya, aku tau. Irfan sudah bercerita kepadaku tentang itu. Tapi belum tentu juga Numa mau mene

