Bagaimanapun, Timo ingin membahagiakan istrinya. Malamnya, mereka berdua menghabiskan malam minggu di sebuah mall mewah. Timo sedikit memaksa Numa membeli apa yang dia inginkan karena Numa yang tampak masih enggan. Akhirnya, dia membeli sepasang sepatu berhak tinggi yang cukup mahal, dengan alasan akan memakainya saat wisuda nanti. “Tas cantik, merek ini?” Timo menunjukkan sebuah tas tangan kecil puluhan juta di toko yang juga menjual sepatu yang baru saja dibeli Numa. Numa mengernyitkan dahinya, belum menerima gaji sebagai CEO, tapi Timo dengan gampangnya mengeluarkan uang untuknya. Ingin bertanya, tapi Numa khawatir menyinggung perasaan Timo. Dia akhirnya mengangguk pasrah. “Biar lengkap wisuda kamu nanti,” ujar Timo setelah menyuruh staff membungkus tas kecil pilihannya. “Suka pilihan

