Bab 72. Berterus Terang

1151 Words

Saat sudah di ujung nikmat, Timo berhenti sebentar, menarik miliknya dari liang lembab, memburu Numa dan melumat bibirnya penuh kerinduan. Ucapan rindu dan cinta dari suaminya, membuat perasaan Numa semakin membara, dia memohon agar Timo memasukinya lagi dengan segera. “Sabar, Sayangku. Aku tahu kamu sangat b*******h malam ini.” “Timooo, oooh. Aku rindu rasa itu.” “Iya, Sayang. Hm … dari belakang?” Numa mengangguk, dan membalikkan tubuhnya, menungging membelakangi Timo. Timo tidak segera memasukinya, dia malah mengendus dan menjilat, juga menghisap kecil. Numa terkesiap, tubuhnya mengejang, karena Timo mengurut dua jarinya di miliknya, sambil menjilat. Numa mencengkeram alas kasur kuat-kuat dengan kedua tangannya. Tak pelak dia menjerit keenakan. Merasakan kejang di area lembab, T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD