Bab 71. Hasrat Hesti

1057 Words

Hesti menunda menekan pedal gas mobilnya saat mendengar denting notifikasi dari ponselnya, yakin Irfan yang mengirim pesan dan tentu baginya sangat penting. Dia tersenyum kecil ketika membaca pesan pendek dari Irfan, bahwa Timo menyuruhnya untuk meneleponnya jika ingin tahu alamat kantor barunya. Hampir saja Hesti menekan nomor Timo, tiba-tiba terlintas di benaknya akan kesibukannya. Dia memutuskan menghubungi Timo malam ini. Dia hampir lupa bahwa sekarang adalah jam sibuk, dan tentunya Timo sangat sibuk dan tidak bisa dijangkau. Hesti menekan pedal gas mobil, masuk ke jalan raya, menuju butiknya yang berada di dalam sebuah mall mewah. *** Malam menunjukkan pukul sepuluh saat Hesti tiba di apartemennya, sebuah apartemen mewah tapi tidak begitu luas, berada di kawasan elit Jakarta Pusat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD