Timo dengan sangat lembut melumat bibir Numa yang merekah pasrah, tidak lupa dia ucapkan selamat bertemu kembali setelah sekian lama berpisah. Satu tahun bukan waktu yang lama bagi Timo, tapi bagi Numa sangat menyengsarakan. Apalagi dia yang menyadari tidak bisa berjumpa dengan Timo setelah bersenang-senang dan berjanji bertemu, dan perasaannya sangat sedih saat tahu Timo dipenjarakan papanya. Tanpa sadar, Numa meneteskan air mata saat bibirnya dilumat dan dikecup lembut oleh Timo, dia hanya membalas dengan desahan dan gerakan bibir seadanya, membiarkan Timo berbuat sesuka hati. Timo berhenti sejenak, mengamati wajah Numa dan dia melihat tetesan air mata di sudut mata indah Numa. Dia lalu mengecup sudut mata Numa, seolah tidak ingin Numa menangis karena telah terpisah darinya. Ingin mer

