BAB 18 Mas Eris benar-benar kelewat batas. Selain nggak tahu diri, ternyata dia juga nggak tahu malu. Sudah mencampakkanku begitu saja, kini kembali mengikatku hanya karena dendamnya. Aku yakin sekali dia sengaja melakukan ini agar Mas Eros sakit hati. Meski laki-laki itu tak mengatakan apapun padaku, tapi ucapan ibu dan bapak akhir-akhir ini cukup membuatku mengerti jika ada rasa yang dia simpan untukku selama ini. Rasa yang sudah hadir sejak lama bahkan sebelum aku menjadi adik iparnya. Aku sendiri tak ingat kapan pertama kali aku bertemu dengannya. Aku juga tak tahu mengapa dia membiarkanku menikah dengan saudara kembarnya jika dia memiliki rasa suka padaku lebih dulu. Apakah benar yang ibu bilang jika dia terlalu takut dan tak percaya diri untuk menyatakan cinta pada seseorang? En

