Bab 15

718 Words

Studio kedap suara di dalam gedung produksi terasa lebih sunyi dari biasanya. Pencahayaan remang dibuat menyerupai suasana kamar tidur Kiara—temaram, pribadi, penuh ketegangan. Eleanor duduk di balik monitor bersama Jace, sementara Joshua berdiri tak jauh dari Theodore, memantau dengan pandangan profesionalnya yang khas. Miranda memeluk clipboard-nya, menegangkan bahu, sesekali mengintip ke arah Selena yang sedang berdiri sendiri di sudut ruangan, mengatur napas. Selena mengenakan gaun tidur satin berwarna biru gelap, tubuhnya dibalut jubah tipis yang nyaris transparan. Ia sudah berdiri di sana selama lima menit. Menunggu aba-aba. Menyiapkan jiwanya. “Selena,” Eleanor menyapa dari kejauhan. “Sudah siap, sayang?” Gadis itu menoleh, mata cokelatnya bergetar. “Sudah.” Theodore masuk ke s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD