Sam dan Daniel sudah siap berada di bandara. Mereka sedang menikmati secangkir kopi sambil menunggu pesawatnya siap. “Danie, aku masih bingung bagaimana kau meminta izin pada si playboy Rey dan si dingin Xa nder untuk membawaku ke Indonesia. Maksudku, selama ini mereka berdua membuatku kesusahan mencari A lice, dan kau yang baru tiba dari London dengan mudah nya mendapat izin membawaku pergi untuk mencari A lice ke Indonesia. Ini ... amazing!” ujar Sam masih tak percaya bahwa kali ini dia diberi akses mudah u ntuk mencari Alice. Setidaknya dia bisa mencari tanpa harus mem inta bantuan Kevin yang bekerja untuknya seperti Fasco bekerja untuk kakaknya. Dia yakin Kevin pun berkhianat padanya dan lebih menurut pada Rey. Jika tidak, mana mungkin Kevin tak mampu menemu kan keberadaan Alice. “K

