“Hoaams!” “Sudah sepuluh kali kau menguap, apa kita bisa selamat sampai tujuan? Kau yakin tak ingin duduk di sini? Biar aku yang menyetir.” Alice merasa bersalah karena semalam adalah malam yang melelahkan bagi telinga Billy yang mendapat ceramah dari dua wa nita yang sangat dia cintai. Daisy dan Bella, mama dan adik kecilnya tak h enti memberikan ceramah selama hampir satu jam dan itu membuatnya pusing ditambah dia yang mena han ngantuk untuk mendengarkan kedua ceramah mereka perihal dirinya yang bersikap tak sopan pada Alice. “Aku rasa kau lebih cocok menjadi keluarga mereka daripada aku. Mereka berdua sung guh menyayangimu dibanding aku.” Billy mengabaikan tawaran Alice. “Jangan begitu. Mereka menyayangimu, karena itu mereka menceramahimu sedemikian rupa,” Alice menahan tawanya. Dia

