“Alice ! Stop!” Bruk! “Aduh! Aw!” “Sam?! Ya ampun!” ujar Alice terkejut karena kepala Sam tergores. “Kau kejam sekali, Alice!” protes Sam sambil memegangi kepalanya yang sakit. “Untuk apa kau ke sini?” tanya Alice sinis. “Kau tak mau mengobatiku dulu? Keningku berdarah karenamu!” ujar Sam tak kalah sinis. Alice melengos masuk membiarkan pintu kaca balkonnya terbuka seolah memberi izin pada Sam untuk masuk juga. “Setelah kuobati, kau harus langsung pulang!” “Kalau begitu, aku akan bicara lebih dulu. Baru kau obati,” ucap Sam, tapi dia semakin oleng dan terjatuh ke ranjang karena tepat dia berhenti di sana. Sementara Alice tak tahu karena membelakangi Sam demi mencari obat P3K di dekat lemari sebelah meja belajar. “Kalau begitu, cepatlah bicara. Aku tak punya waktu untukmu!” tukas

