| Gerhana menggenggam jemari Mer erat-erat. Dia tak menyesal sudah menghilangkan satu nyawa manusia pendosa macam Markus. Satu yang ia sesali yaitu tak bisa selalu bersama sahabatnya itu. Dua perempuan yang saling menggenggam dan menangis bersama. "Gue lega yang bikin hidup kita sengsara udah nggak ada lagi, Mer. Udah gue kirim ke akhirat. Nungguin dia tobat juga percuma. Hehe... Gue kayak Tuhan aja ya, tapi kalo dia dibiarin pun yang ada dia yang bakal berjaya. Semoga aja dia benar-benar mati!" racau Hana sambil menangis. "Ssstt... Lo harus merasa menyesal, Na. Dia pasti nemuin ajalnya kok. Demi waktu..." sahut Mer. Hana menggeleng,"Nggak, yang ada dia bisa bunuh lo tadi, merenggut apa yang jadi milik kita, masa depan kita." "Apa lo tahu Na, dia... Dia yang gue cari selama ini. Dia y

