25. eye to eye, blood to blood

1552 Words

| Tubuhnya masih meringkuk di atas brankar ruang inap rumah sakit. Entah siapa yang menolongnya, entah siapa yang membawanya ke rumah sakit dan entah siapa pula yang menungguinya di sana. Mer tak menyentuh makanannya sama sekali. Setelah menjalani visum, dia tetap bungkam. Karena si penanya seakan menyudutkannya. Bagaimana mungkin ia berlaku genit sedang ia masih belia, sedang ia masih senang bermain bola dan beradu gundu? Bahkan sering balapan manjat pohon dengan beberapa teman laki-lakinya. Bagaimana dikatakan genit, sedang saat ia diperlakukan tak senonoh, ia tengah memakai baju seragam sekolah? Roknya bahkan panjangnya sampai di bawah lutut bukan di atas lutut seperti teman-temannya yang lain. Dikatakan cantik pun tidak. Mer kecil cenderung berkulit gelap, bahkan betis maupun pahanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD