37. warna

1298 Words

Sejatinya hidup tanpa coba, goda, uji, terasa datar, hambar. Merekalah yang membuat hidup makin berwarna, yang mengelabu tak akan selalu kelabu, yang putih akan selalu di warnai, yang hitam akan berubah seiring waktu dan yang sudah berwarna-warni akan semakin semarak. Benar begitu? Mer pernah berada di satu warna dan penuh letupan emosi. Ya, merah! Merah yang menuju lebam. Merah yang mati. Merah yang penuh amarah dendam. Setiap kali Mer berusaha menyapunya dengan warna-warna, warna-warna itu hilang, raib. Seolah warna hidupnya tak bisa dirubah, tak bisa dicampur, tak bisa berbaur. Stuck! Sekali lagi dia menimbang-nimbang hati. Diliriknya orang yang baru muncul dan tersenyum ke arahnya. Tepatnya mencoba tersenyum. Karena senyumnya begitu kaku, ada ketakutan yang terselip di tiap kerutan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD