36. ego

1440 Words

| Sejenak Mer merasa bingung dengan perlakuan Alford padanya. Lelaki yang sudah dianggapnya kakak, sahabat, menciumnya seperti ini? Mer segera bergerak menghela pikiran warasnya sebelum semakin jauh dan menciptakan salah paham. Hingga seseorang menginterupsinya dan pasti melihat adegan keseluruhan barusan. "J-jay? S-sori gue--" BUGH! Jayusman menonjok perut Alford. Mer cepat bergerak menjadi tameng Alford. "Apaan sih lo?!" hardiknya. "Kalian yang apa-apaan! Lo tunangan gue, Mer. Dan lo, Alf...--" "Emang kenapa? Bukannya tadi juga lo ciuman hot sama tante-tante kurbel itu, hah? Cocok lo jadi cowok simpenan, Jay." Mer menyemburkan kekesalannya yang sempat terbendung. Jayusman diam. Alford tersenyum miring sambil mendekat. "Lo, nyakitin sahabat gue? Adek gue?" Alford merenggut ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD