15. laron-laron

1419 Words

| Gang sempit, lampu temaram, suara musik dangdut bergema dari sebuah kamar sewa di ujung lorong. Mer sudah terbiasa ke sana, tetapi entah dengan sosok di sampingnya. Jayusman. Lelaki itu kerap mendapat lirikan juga godaan dari perempuan-perempuan berok pendek dan seksi di sepanjang gang.  Beragam karakter orang dan latar belakang kehidupannya. Mer tahu begitu manisnya uang ibu kota. Kilaunya membuat kita silau. Pesonanya membuat kita tersihir. Orang-orang berbondong datang ke Jakarta demi mengadu nasib. Siapa tahu mereka jadi orang besar, orang yang bisa dibanggakan di kampungnya. Jakarta bak lampu indah yang menyita atensi dan menyihir laron-laron itu untuk datang dan datang lagi. Meskipun mereka yang datang tak pernah bisa kembali karena terjerat pesonanya atau terjebak manisnya. Dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD