Shadow Vow

2232 Words

Fenny menatap ke arah sumber suara dengan mata berkaca-kaca, seolah tak percaya dengan apa yang didengar. Selama lebih dari tiga puluh tahun ia menunggu, akhirnya kata-kata itu meluncur juga dari bibir putra pertamanya, anak yang ia lahirkan dengan penuh perjuangan. "Se-Sebastian? Tadi kamu?" Fenny sengaja membiarkan kalimatnya menggantung di udara. Sebastian melangkah semakin dekat, tatapannya tajam namun sulit terbaca. Ia berhenti tepat di depan Fenny, membiarkan keheningan menggantung beberapa detik sebelum akhirnya bersuara, rendah dan tegas. "Aku terlalu lama membuatmu menunggu." Tanpa banyak kata, ia merengkuh tubuh wanita paruh baya itu dalam pelukannya, erat, tapi tetap terkendali. Tidak ada getaran emosi yang berlebihan dalam suaranya, hanya ketenangan yang mengintimidasi. Lal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD