Di pinggir kota, sebuah villa megah berdiri anggun di tengah rindangnya pepohonan. Arsitektur klasiknya menjulang tinggi, seolah menyapa langit biru yang cerah. Gemericik air dari kolam kecil di taman berpadu dengan semilir angin yang membawa aroma tanah basah dan bunga yang bermekaran. Kehidupan di tempat itu mengalir perlahan, beberapa karyawan sibuk menjalankan tugas mereka, namun ketenangan tetap menguasai suasana. Diandra berdiri diam, membiarkan hembusan angin membelai wajahnya. Ada sesuatu tentang tempat ini yang terasa begitu akrab, begitu menenangkan. Bukan hanya karena keindahannya, tetapi karena sesuatu yang berakar jauh di dalam dirinya. Seperti ada bagian yang selama ini tersembunyi, perlahan kembali menyatu. Matanya menatap teras villa, dan di sana, kenangan mulai muncul se

