Ayana mengerjap ngerjapkan mata di perjalanan panjang mereka. Di belakang Azam dan menghadap langsung punggung laki laki itu. Tanpa sadar, Ayana menuliskan sesuatu di punggung Azam dengan telunjuknya. “AYANA!!!!” teriak Azam sebagai peringatan karena merasa geli. Ayana justru cekikikan. “Bisa engga! Jangan ganggu konsentrasi saya yang lagi nyetir....” teriak Azam dengan sedikit nyolot, Ayana malah makin jahil dengan menjawab menggunakan ujung jarinya. Menuliskan kata ‘Iya’ ke punggung Azam. “Dasar bocah.” Dengus Azam, akhirnya ia menyerah karena Ayana takan bisa di atur sendiri. Wanita dengan kepribadian bocah dan pemikiran wanita dewasa. Sebuah kombinasi yang sulit di tentang kalau itu sudah menjadi sifat paten.

