Rasa bersalah.

1826 Words

                Arsen menghilang, mengambil cuti secara tiba tiba. Mungkin mudah bagi laki laki yang juga anak donatur tertinggi rumah sakit. Mungkin mudah. Andai semudah itu....                 Ayana di pindahkan ke poli lain sekedar membantu dan tetap menjalankan program KOAS-nya. Tapi rasanya menjadi berbeda karena bukan Arsen yang mengawasi dan membimbingnnya. Sudah tiga hari setelah kepergian Nadia.                 “Jangan melamun.” Suara hardikan Azam membuat langkah Ayana terhenti dan langsung berbalik ke sumber suara. Azam sudah menyelamatkan Ayana. Karena kalau selangkah lagi perempuan itu maju, dia akan terpelantuk pilar lorong rumah sakit. Rupanya, Azam sudah membuntuti Ayana sejak melihat langkahnya terseok seok dan tatapannya kosong.                 Azam berjalan dan menem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD