“ Seni mencintai yang paling indah adalah saling mendo’akan tanpa tersampaikan. Tapi Allah yang akan mempertemukan. “ Masih duduk di kursinya setelah Maria pergi. Azam kembali menggeluti rekap medis pasien pasiennya. Merebahkan punggung di sandaran kursi adalah yang Azam lakukan. Matanya dengan jeli mencermati tiap informasi yang sedang ia baca. Ayana bentar lagi jadi dokter lho Mas. Kata kata Ayana sedang menari di otaknya. “ Semoga kamu sukses. “ ucap Azam dengan bibir yang langsung terkatup. Ia kemudian menutup semua rekap medis itu dan bangkit. Saatnya shalat Isya. Azam berjalan keluar menuju masjid rumah sakit dengan cepat. Pekerjaan dokter tidak terjadwal. Orang sakit, kecelakaan bisa saja sewaktu waktu. Ia tak p

