"Entah kau mendengarnya darimana, tapi aku tidak terpikir untuk menikah dengan Putri Fandershi. Apakah kau pikir aku adalah lelaki seperti itu? Yang melamar seorang gadis lalu menikah dengan gadis lainnya?" Gabriel menarik napas lemah, dia memalingkan wajah sebelum kemudian menyentuh tangan Cesa. "Jadi kau belum memberikan jawaban karena kau berpikir aku hanya main-main? Benarkah seperti itu?" Gadis di hadapannya itu menggeleng begitu kuat, bibirnya terbuka seakan ingin bicara namun hingga beberapa saat tidak ada ucapan yang keluar. "Aku butuh jawabanmu secepatnya karena aku juga perlu menyiapkan rencana agar hubungan kita bisa diterima oleh para pejabat dan juga bangsawan. Tidak kah kau dapat memahami itu?" tanya Gabriel lirih. Tangannya masih menggenggam tangan Cesa, namun dirinya s

