Brak! Brak! “Yah, udah belum, sih!” Arasi menghela nafasnya kesal sambil terus menggedor-gedor pintu kamar Abimanyu. Anak itu melirik jam tangannya, matanya melotot saat melihat jam itu menujukan pukul delapan tepat. “YAH CEPATAN! ENTAR IBU NIKAH SAMA ORANG LAIN!” Tangannya terus menggedor-gedor pintu Abimanyu namun tetap saja tidak ada balasan dari dalam membuat Arasi bertambah kesal. “Saosnya dong Kak,” pinta Abian pada Araka. “Nih.” Arasi makin ingin berteriak kala melihat Araka dan Abian malah terlihat menikmati duduk di sofa lantai dua sambil memakan ayam krispi yang mereka goreng sendiri, Agni memang menyiapkannya di kulkas sehingga siapapun yang ingin bisa menggorengnya. Ah, mantap! Araka dan Abian yang sedari tadi sibuk makan menoleh ke arah Arasi yang berjalan kesini dengan

