Agni - 53

2636 Words

Anak laki-laki itu menatap berkaca-kaca ke arah panggung dimana Agni dan Abimanyu nampak bahagia. Tersenyum lepas dengan mata memancarkan kebahagian. Ibu dan Ayahnya itu sama sekali tidak melepas senyum dari bibir mereka ketika tamu satu persatu menyalaminya. Abian teringat ketika malam sebelum pernikahan Orang tuanya diselenggarakan. Kala itu Arasi meminta tidur di kamar Kadaffi sehingga hanya Abian sendiri di kamarnya. Abimanyu masuk ke kamarnya ketika ia baru hendak menarik selimut. Ayahnya itu menatapnya khawatir dan hal itu membuat pikiran Abian langsung terarah pada perjanjiannya dengan Kafeel. Rencana hidupnya. Apa Abimanyu sudah mengetahuinya? “Ayah sudah tahu,” kata Abimanyu duduk disamping Abian yang sudah menyingkap selimutnya. Ia ikut duduk dan mendekatkan diri dengan Ayahny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD