CHAPTER 10

2942 Words
Bian Baru Saja Pulang Dari Rumah Casilda, Ia Langsung Merebahkan Tubuhnya Melepaskan Rasa Lelah Di Atas Kasur. Mata Bian Menatap Lurus Ke Arah Langit – Langit Kamarnya. Senyum Bian Perlahan Terukir Ketika Mengingat Perkataan Casilda Tadi. " Bian, Kamu Tau Gak? Di Sini, Di Dapur Ini Jadi Saksi Betapa Sering Nya Aku Buatin Kamu Puding. " Bian Mengingat Jelas Bagaimana Gadis Itu Tertawa, Tersenyum Dan Menatap Nya Penuh Arti Yang Membuat Nya Selalu Merasa Gugup Di Dekat Casilda.          " Ada Yang Gak Aku Bisa. " " Apa Yang Gak Lo Bisa? " " Dapetin Kamu. " Bian Tertawa Pelan Mengingat Itu, Ia Tak Habis Fikir Mengapa Casilda Begitu Berani Berkata Seperti Itu, Berbeda Dengan Dirinya Yang Tidak Memiliki Keberanian. " Casie... Casie... " Kata Bian Sambil Menggelengkan Kepalanya, Senyumnya Masih Terukir. Mata Bian Masih Terus Melihat Atap Kamarnya, Namun Tiba -Tiba Ia Terkejut Ketika Melihat Ada Bayangan Casilda Yang Tersenyum Ke Arahnya Di Atas Atap Yang Saat Ini Ia Lihat. Bian Yang Terkejut Langsung Terbangun Duduk Seraya Mengerjapkan Matanya Berkali – Kali, Kemudian Bian Kembali Melihat Atap Kamarnya Yang Ternyata Sudah Tidak Ada Lagi Bayangan Casilda. " Tadi Gue Kayak Lihat Casilda? " Ucapnya Bingung Sendiri. " Ah, Gak Mungkin. " Kemudian Bian Beralih Menatap Dinding Kamarnya, Ia Kembali Di Kejutkan Ketika Melihat Bayangan Casilda Lagi Sedang Menatap Bian Sambil Melambaikan Tangan Ke Arah Nya. " HAH? " Bian Kembali Sontak Kaget Sambil Memegang Dadanya, Merasakan Jantungnya Berdetak Cepat Karena Terkejut, Ia Tak Percaya Apa Yang Baru Saja Ia Lihat Tadi. " Perasaan… Gue Belum Tidur, Tapi Kenapa Ini Kayak Mimpi? " Bian Kembali Mengerjapkan Matanya Berkali – Kali, Kemudian Bayangan Casilda Kembali Hilang Dari Pandangannya. Bian Terlihat Kebingungan, Ia Beralih Mengambil Ponselnya. Lagi – Lagi Bian Di Buat Terkejut Ketika Melihat Layar Ponselnya Ada Casilda Yang Selalu Saja Tersenyum Ke Arahnya. Bian Yang Terkaget Langsung Melempar Asal Ponsel Nya Itu Di Atas Kasur. Bian Terlihat Panik Karena Selalu Melihat Bayangan Casilda Disetiap Apapun Yang Ia Lihat. Nafas Bian Sedikit Terengah Seraya Mengucek - Ucek Matanya Untuk Memastikan Bahwa Saat Ini Benar - Benar Nyata Atau Lebih Tepatnya Tidak Sedang Bermimpi. " Kenapa Gue Jadi Kayak Gini? " Fikirnya. Bian Kembali Mengambil Ponselnya, Melihat Kembali Layarnya Yang Ternyata Sudah Tidak Ada Bayangan Wajah Casilda. Bian Melihat Grup w******p Yang Berisi Teman -Temannya Itu Sangat Ramai Mempertanyakan Apa Saja Yang Bian Lakukan Tadi Bersama Casilda Saat Di Dapur, Karena Mereka Cukup Lama Berduaan Di Sana Sebelum Ikut Berkumpul Kembali Di Taman.   Bian Hanya Membaca Saja Tidak Berniat Membalas Pertanyaan Teman -Temannya Itu. Terlihat Nugi Mengirim Beberapa Foto Dan Boomerang Yang Tadi Sempat Mereka Abadikan Sebelum Pulang, Itu Juga Karena Nugi Yang Mengajak. Lelaki Itu Selalu Eksis Dan Narsis Di Setiap Kesempatan. Bian Memperhatikan Salah Satu Foto, Di Mana Terlihat Ia Berfoto Bersama Yang Lainnya, Namun Bian Tidak Perduli Dengan Orang - Orang Yang Berada Di Foto Itu Karena Matanya Hanya Terfokus Kepada Salah Satu Wanita. Siapa Lagi Wanita Itu Kalau Bukan Casilda. Gadis Itu Terlihat Tengah Tersenyum Manis Dengan Jarinya Yang Bergaya Peace Di Foto Itu. " Lucu Juga. " Gumamnya Melihat Foto Itu, Namun Sedetik Kemudian Ia Terkejut Bukan Main Melihat Casilda Di Foto Itu Tiba - Tiba Bergerak Mengedipkan Matanya Ke Arah Bian. Merasa Terkejut, Ia Langsung Mematikan Ponselnya Itu Dengan Cepat. Bian Merasa Sangat Aneh Dengan Keadaannya Yang Seperti Ini. Mengapa Saat Ini Dirinya Seperti Dibayang – Bayangi Oleh Casilda. Apakah Mungkin Karena Dirinya Mulai Memiliki Perasaan? Ataukah Hanya Halusinasi Biasa? Bian Sama Sekali Tidak Mengerti. Saat Ini, Lelaki Itu Berusaha Untuk Menyadarkan Dirinya Bahwa Dia Sedang Dalam Dunia Nyata Bukan Khayalan Yang Penuh Imaginasi Karena Melihat Casilda Di Setiap Pandangannya. " Bisa Gila Nih, Gue Lama – Lama! "  Bian Terliha Frustrasi, Ia Menjatuhkan Tubuhnya Di Kasur, Menarik Selimut Agar Menutupi Seluruh Tubuhnya Dan Segera Memejamkan Matanya Agar Tidak Melihat Lagi Hal – Hal Yang Tak Masuk Akal, Alias Melihat Bayangan Casilda Di Mana - Mana Lagi, Karena Itu Membuat Bian Merasa Dirinya Tidak Waras.   **   Minggu Siang, Bian Dan Teman-Temannya Berkumpul Di Rumah Boma Yang Saat Ini Terlihat Sepi Karena Kedua Orang Tuanya Sibuk Kerja Di Luar Kota. Bisa Di Bilang Boma Seringkali Sendirian Dirumahnya. " Semalam Lo Apain Aja Casilda? " Tanya Boma, Ia Melemparkan Minuman Kaleng Ke Arah Bian Yang Duduk Di Sofa Ruang Tengah. Bian Segera Menangkap Minuman Itu. " Gak Gue Apa – Apain Lah Anak Orang. " Jawab Bian Seraya Membuka Minuman Kaleng Itu Lalu Meneguknya. " Ah, Payah Lo Bian. Kalo Lagi Berduaan Tuh Ngapain Kek! " Sahut Delon Yang Tengah Tiduran Di Sofa Bersebrangan Dengan Bian, Mata Delon Terus Saja Terfokus Pada Ponselnya Yang Selalu Sibuk Nge – Dm Cewek Cantik Untuk Di Ajaknya Berkencan. " Contoh Nya? " Tanya Bian. Delon Mengehentikan Aktivitasnya Itu, Ia Terbangun Duduk Menatap Ke Arah Bian. " Masa Perlu Gue Jelasin Juga, Sih? " Ujar Delon. " Ya Kan, Gue Gak Tau. " Balas Bian. " Contohnya Itu Ya.... Seperti…. " Delon Berfikir Sebentar. " Bermesraan, Pelukan Atau Ciuman Gitu. " Jelas Delon, Kemudian Ia Terkekeh. " Dasar Otak m***m! " Bian Tak Habis Fikir Dengan Delon. Selain Dia Playboy, Ternyata Otaknya Itu Di Penuhi Fikiran Negatif Juga. Benar – Benar f**k Boy Yang Sesungguh Nya. " Emang Lo Berdua Ngapain Aja Di Dapur? Kok Lama? " Nugi Juga Ikut Penasaran. " Cerita Dong Kepo, Nih." " Ya Gak Ngapa – Ngapain. Cuma Ngobrol Biasa Aja. " Jawab Bian, Ia Tertawa Pelan Membuat Teman – Temannya Bingung. " Kalo Gue Fikir – Fikir, Dia Itu Lucu Juga, Ya. " Ucap Bian Membuat Teman –Temannya Saling Bertatapan Kemudian Tertawa Bersamaan. " HA HA HA HA " " CIE – CIE… BIAN UDAH MULAI JATUH CINTA! " " AKHIRNYA GUE TAU KALO BIAN NORMAL, GAK HOMO! " Boma Sampai Sujud Syukur Di Lantai, Kemudian Ia Bangun Kembali Berjalan Mendekati Bian. " Jadi, Kapan Lo Mau Nembak Dia? " Tanya Boma Kepada Bian Yang Kini Menatapnya Bingung. " HAH? Maksud Lo Gue Nyatain Cinta Ke Dia Gitu? " Bian Mengernyitkan Dahinya. " Iya Lah, Bian! Udah Jelas Kalo Lo Itu Udah Mulai Suka Sama Dia! " Seru Delon. " Emang Menurut Kalian, Kalo Kayak Gitu Artinya Gue Suka Ya Sama Dia? " Bian Bertanya Kepada Teman - Temannya. " Iya, Bisa Jadi. Secara Gak Langsung Tadi Itu Lo Kepikiran Tentang Dia. Kalo Cowok Mengingat Atau Memikirkan Seorang Perempuan Itu Artinya Dia Ada Perasaan Suka! " Jelas Delon Yang Sudah Ahli Soal Seperti Itu. " Apa Lagi, Kalau Sampe Selalu Terbayang – Bayang. Udah Fix Itu Suka! " Penjelasan Delon Itu Membuat Bian Teringat Bahwa Semalam Dirinya Sempat Di Hantui Bayangan Casilda Membuatnya Selalu Memikirkan Gadis Itu. " Semalam, Gue Ngeliat Casilda Dimana –Mana. " Celetuk Bian. " Gue Fikir Mimpi, Tapi Ternyata Gue Dalam Keadaan Sadar. " Lanjut Lelaki Itu Di Ambang Kebingungan. Mendengar Bian Bilang Begitu, Boma Jadi Teringat Sebuah Lagu Dan Berniat Untuk Bernyanyi. " Kemana Pun, Ada Bayangan Mu . . . Di Mana Pun Ada Bayangan Mu . . . Di Semua Waktu Ku Ada Bayang Mu, Kekasih Ku. " Boma Bernyanyi Dengan Suaranya Yang Benar – Benar Merusak Telinga. " Nyanyi Apaan Sih, Lo? " Nugi Menatapnya Aneh. " Itu Lagu Dangdut Kesukaan Bapak Gue. Kalo Dia Lagi Di Rumah, Pasti Setel Nya Lagu Itu Mulu Pake Speaker Terus Volume Nya Di Gedein! Saking Sering Nya Gue Sampai Afal. " Boma Malah Bercerita. " Waktu Setel Lagu Itu Ada Mamah Lo Gak? " Tanya Delon. " Ada. " Boma Mengangguk Cepat. " Itu Artinya Bapak Lo Punya Selingkuhan Kali, Bom  Masa Lagi Di Rumah Ada Mamah Lo Setel Nya Lagu Kayak Gitu? Itu Berarti Bapak Lo Sedang Membayangkan Wanita Lain! " Jawab Delon Asal Membuat Yang Lainnya Tertawa.   Terkadang Mulutnya Delon Memang Minta Di Pukul Keras Agar Bungkam Dan Tidak Bicara Asal.   " Bisa Jadi. " Jawab Boma Mengangguk Dengan Polos Nya. Bukannya Marah Ia Malah Mengiyakan Saja Perkataan Delon. " Kok, Jadi Bahas Bapak Lo, Sih? Kan, Kita Lagi Membahas Tentang Casilda Dan Bian. " Ujar Nugi. " Oh Iya Lupa! " Delon Berdiri Seraya Memetik Jarinya. " Kalo Lo Selalu Terbayang Casilda, Itu Artinya Lo Beneran Jatuh Cinta Sama Casilda. " Seru Delon, Ia Berjalan Mendekati Bian Dan Memaksa Lelaki Itu Berdiri. " Ayo, Sekarang Lo Kerumah Casilda Dan Ini Saat Nya Lo Melepas Masa Jomblo Lo! " Seru Nya. " APAAN SIH, DELON! " Bian Menepis Tangan Delon Yang Berusaha Menarik Tangannya Untuk Segera Berdiri. " Gue Belom Yakin. " Jawab Bian. Delon Mengepalkan Tangannya Gemas Ingin Segera Menghajar Temannya Yang Sangat Labil Itu, Bahkan Perasaan Yang Sudah Jelas Menggambarkan Dia Menyukai Casilda Saja, Bian Masih Tidak Yakin.   " Gue Tampol Juga Lama – Lama Otak Lo Biar Agak Beneran Dikit! “ Seru Delon Merasa Geregetan. " Asal Lo Tau Aja Ya, Bian. Punya Pacar Itu Enak Tau, Ada Yang Perhatiin Kita. Lo Belum Pernah Ngerasain Jadi Bucin, Kan? Sumpah Itu Asik. " Celetuk Nugi Mendapat Toyoran Dari Yang Lain. " Lo Mah, Emang Bucin Dari Dulu Kalo Pacaran. " Kata Delon. Berdasarkan Masa Lalunya, Nugi Memang Terkenal Bucin Jika Sudah Punya Pacar. Lelaki Berkaca Mata Itu Bahkan Pernah Menggadai Motornya Sendiri Hanya Untuk Membelikan Pacarnya Itu Kado Istimewa Di Hari Ulang Tahun Nya.   Namun Nasib Nugi Sungguh Menyedihkan Karena Ternyata Hubungan Nugi Dan Pacarnya Itu Tidak Berlangsung Lama Atau Lebih Tepatnya Nugi Di Selingkuhi. " Apa Yang Buat Lo Gak Yakin? " Sahut Adrian Yang Sejak Tadi Diam, Ia Merasa Penasaran Dengan Apa Yang Ada Di Fikiran Bian. " Sebenarnya Lo Itu  Gak Yakin Atau Gak Berani Ungkapin Perasaan Lo? " Bian Menatap Lurus Adrian Yang Duduk Bersebrangan Dengannya. " Gak Tahu. " Bian Mengangkat Bahunya, Ia Selalu Saja Malas Berfikir Panjang Dan Memilih Tidak Perduli. " Perasaan Orang Bisa Berubah Setiap Saat Seiring Berjalannya Waktu. " Kata Adrian Terlihat Serius, Sedangkan Yang Lainnya Hanya Diam Saja Mendengarkan Adrian Bicara. " Jangan Membohongi Diri Sendiri. Gue Khawatir Kalau Nanti Lo Udah Yakin Dengan Perasaan Lo Ke Casilda, Tapi Pada Saat Bersamaan Casilda Nya Yang Udah Gak Yakin Dengan Perasaan Dia Ke Lo Masih Sama Atau Tidak!" Lanjut Adrian. " Atau Lebih Tepatnya Dia Udah Gak Ada Perasaan Lagi. Kita Gak Tahu, Sekarang Atau Nanti Ada Orang Lain Yang Ternyata Bisa Bikin Dia Jatuh Cinta. " Adrian Tersenyum. " Gue Gak Mau Temen Deket Gue Kecewa, Makanya Gue Ingetin Dari Sekarang! " Penjelasan Dari Adrian Membuat Bian Bungkam. " Gila! Gue Setuju Banget Sama Adrian! Sebenarnya, Tadi Gue Juga Mau Ngomong Kayak Gitu Sama Lu. " Boma Terkekeh. " Gua Setuju, Sih. Menurut Gue Lo Bukan Gak Yakin, Tapi Lo Emang Gak Memiliki Keberanian! " Delon Menepuk Punggung Bian. " Ayolah, Temen Gue Pasti Gantleman! " Seru Delon Untuk Membangkitkan Semangat Bian. Bian Menundukkan Kepalanya. " Gue Cuma Takut Gak Bisa Bikin Dia Bahagia. " Perlahan Bian Mendongakan Kembali Kepalanya " Lagian Gue... Gue Juga Belum Terlalu Suka Kok Sama Dia. " Lanjut Bian Dengan Gugup Entah Yang Ia Katakan Itu Benar Atau Tidak Hanya Bian Sendiri Yang Tahu. “ Gimana Lo Bisa Suka Kalau Lo Sendiri Aja Gak Kasih Casilda Kesempatan Untuk Masuk Ke Dalam Hati Lo? “ Celetuk Delon Yang Ada Benarnya Juga Menurut Bian. " Nanti Juga Seiring Berjalannya Waktu Lo Pasti Bisa Mencintai Dia Sepenuh Hati, Seperti Dia Mencintai Lo. " Sahut Boma. " Lo Harus Bisa Jujur Sama Diri Sendiri, Jangan Pernah Membohongi Perasaan. " Ucap Adrian Lagi, Ia Selalu Saja Memperingati Temannya Itu Agar Tidak Salah Melangkah. " Terus Apa Yang Harus Gue Lakuin Sekarang? " Tanya Bian Meminta Pendapat Lagi. " Kenapa Lo Gak Jadian Aja Sama Dia? " " Iya Betul Tuh, Bian. " " Gimana Kalo Malem Ini Kita Bakar – Bakar Di Rumah Gue. Nanti Lo Ajak Casilda Kemari? " Saran Boma. " Bakar Rumah Lo? " Ledek Delon Di Sambut Tawa Yang Lainnya. " Gila Kali Lo! Bisa Di Gantung Di Menara Eifel Sama Bapak Gue! " Seru Boma. " Terus Bakar Apa Dong? " Tanya Nugi. " Apaan Kek Yang Di Bakar! " " Udah Lo Pada Tinggal Makan Aja Nanti Malem, Gue Yang Persiapin Semuanya. Kalian Semua Tidak Usah Mengeluarkan Uang Sepeser Pun! " Jelas Boma Panjang Lebar Membuat Yang Lainnya Akhirnya Mengangguk Setuju. " Nah, Kalo Gitu Kan Enak. " Nugi Terlihat Begitu Semangat. " Kapan Lagi Makan – Makan Boma Yang Biayain. " " k*****t Lo! " Ucap Boma Setelah Itu Ia Mendekat Ke Arah Bian, Menepuk Punggung Bian Sekali. " Lo Bisa Gunakan Moment Ini Untuk Nyatain Perasaan Lo Ke Casilda. Gue Yakin Casilda Gak Akan Nolak Kok, Pasti Dia Senang! " Saran Boma, Tapi Bian Hanya Diam Seperti Memikirkan Sesuatu. ** Bian Menghentikan Motornya Di Depan Rumah Seseorang, Ia Segera Mengeluarkan Ponselnya Lalu Menelfon Pemilik Rumah Yang Saat Ini Ada Di Hadapannya. Tentu Saja Saat Ini Bian Sedang Berada Didepan Rumah Casilda. " Hallo, Bian? Kamu Udah Sampai? " Tanya Casilda Yang Terdengar Nyaring Dari Ponsel Bian. " Gue Udah Di Depan Rumah Lo. " Selesai Bicara, Bian Langsung Mematikan Ponselnya. Sebelumnya, Bian Sudah Memberitahu Casilda Terlebih Dahulu Ingin Mengajaknya Keluar Sebentar Malam Ini. Jadi , Tentu Saja Saat Ini Casilda Sudah Rapih Ketika Bian Menelfonnya Mengatakan Sudah Berada Di Depan Rumahnya. Tidak Ingin Membuat Lelaki Itu Menunggu Nya Terlalu Lama, Dengan Cepat Casilda Berlari Keluar Rumah.  " Bian, Maaf Ya Udah Buat Kamu Nunggu. " Kata Casilda Saat Sudah Berada Di Dekat Bian Yang Masih Duduk Manis Di Atas Motornya Itu. " Ayo Naik. " Ucap Bian Seraya Menyalahkan Mesin Motornya, Namun Casilda Belum Juga Tergerak Untuk Naik Ke Atas Motor Bian. " Bian, Emangnya Kita Mau Kemana? " Bian Memang Tidak Memberitahu Akan Membawa Casilda Kemana Saat Ini, Ia Hanya Bilang Ingin Mengajaknya Pergi Sebentar. " Kenapa Emang? Lo Takut Gue Macam – Macam Sama Lo? " Bian Kembali Mematikan Mesin Motornya Yang Tadi Sudah Ia Nyalakan.  " Tenang Aja, Gue Gak Akan Culik Lo, Kok! " Seru Bian. Casilda Mengerucutkan Bibirnya Menatap Bian " Bukan Gitu Maksud Aku.  " " Yaudah, Naik. " Bian Melirik Jok Belakang Motornya, Memberi Isyarat Agar Gadis Itu Segera Naik. " Tapi, Jangan Lama – Lama, Ya. Soalnya Kan, Besok Sekolah. Tadi Aku Izin Sama Mamah Cuma Sebentar Doang. " " Iya, Casilda. “ Bian Menghela Nafas. “ Kalo Lo Gak Naik Juga, Kita Hanya Buang – Buang Waktu Disini. " " Iya – Iya. " Casilda Segera Naik Keatas Motor.   Tak Ingin Membuang Waktu, Bian Segera Melajukan Motornya . Sampainya Di Tempat Yang Dituju, Bian Segera Mengajak Casilda Masuk Ke Dalam Rumah Itu Menuju Halaman Belakang. Casilda Terperangah Saat Melihat Di Garasi Rumah Itu Ada Banyak Motor Dan Mobil Keren Yang Terparkir Di Sana. " Ini Rumah Atau Tempat Parkir? " Ucap Casilda Pelan, Ia Segera Mempercepat Langkahnya Mengejar Bian Yang Sudah Jalan Lebih Dulu Masuk Ke Dalam Rumah. " Bian, Ini Rumah Kamu? " Tanya Casilda Yang Kini Sudah Berjalan Sejajar Di Samping Bian, Matanya Melihat Sekeliling Rumah Yang Terlihat Megah Itu. " Bukan. " Singkat Bian Sambil Terus Berjalan Menelusuri Rumah Itu. " Terus Ini Rumah Siapa? Apa Jangan – Jangan Kamu Mau Jual Aku Ya Ke Om – Om Tajir? " Casilda Menghentikan Langkahnya, Ia Merasa Sedikit Takut Karena Saat Ini Di Rumah Itu Terlihat Sepi, Meskipun Sebenarnya Casilda Sendiri Tidak Yakin Jika Bian Akan Menjualnya. Bian Ikut Menghentikan Langkahnya. " Mana Mungkin Gue Kayak Gitu. " " Terus Kamu Bawa Aku Ke Rumah Siapa? " Tanya Casilda, Raut Wajahnya Sedikit Terlihat Panik. " Tuh, Liat. " Bian Menunjuk Sebuah Bingkai Yang Cukup Besar Menempel Di Dinding Rumah Itu, Terlihat Sebuah Foto Keluarga Terpajang Di Sana. " WOAH!! " Mata Dan Mulut Casilda Terbuka Sempurna Melihat Sosok Yang Berada Di Foto Itu Terlihat Gagah Menggunakan Kemeja Yang Berdiri Diantara Kedua Orang Tuanya Itu. " Itu Yang Kepalanya Botak Si Boma, Kan? Jadi Ini Rumah Boma? " Tanya Casilda, Bian Mengangguk Sambil Tersenyum Melihat Ekspresi Wajah Casilda Yang Menurutnya Saat Ini Terlihat Menggemaskan. Casilda Berdecak Kagum, Ternyata Rumah Sebesar Ini Adalah Tempat Tinggal Boma. Casilda Tidak Menyangka, Padahal Boma Sama Sekali Tidak Memiliki Tampang Seperti Orang Kaya Atau Lebih Tepatnya Ia Terlihat Biasa Saja. Bahkan Waktu Itu Casilda Pernah Melihat Kalau Boma Sering Kali Mengganggu Makanan Temannya Seperti Tidak Punya Uang Saja Untuk Membeli. " Itu Fotonya Asli Kan, Bukan Editan? " Tanya Casilda Yang Masih Meragukan Keaslian Foto Itu. Bian Tersenyum Sebentar. " Ya Asli Lah, Casie. Ini Emang Rumah Boma. " " Jadi Mobil - Mobil Yang Terparkir Di Garasi Bawah Tadi, Punya Dia? " Tanya Casilda Penasaran. " Iya, Itu Dia Minta Sama Papah Nya Dan Langsung Di Beliin! Dia Suka Koleksi Mobil Gitu. " Jelas Bian. " Kaya Banget Ya, Boma! Pasti Bahagia Banget Hidup Nya! " Casilda Menggeleng Tak Percaya. " Tapi, Dia Sering Ngeluh Bosen Hidup. " Ucap Bian. " Lah, Kenapa Bosen Hidup? Boma Udah Gila Kali, Ya. " Casilda Tak Habis Fikir, Sudah Memiliki Kehidupan Mewah Seperti Ini Masih Merasa Tak Puas. " Boma Anak Satu – Satu Nya Di Keluarga Ini. Kedua Orang Tua Nya Pengusaha Sukses Yang Udah Memiliki Cabang Di Berbagai Daerah. Itu Sebabnya Boma Sering Sendirian Dirumah Karena Orang Tuanya Sering Berpergian Keluar Kota Untuk Urusan Pekerjaan. " Kini Mereka Berdua Berdiri Bersampingan Menatap Foto Boma Dan Keluarganya Yang Terpampang Jelas Di Dinding. " Makanya, Kalau Boma Minta Apa – Apa Selalu Di Kasih Sama Orang Tuanya. " Bian Menerangkan Sepenggal Kisah Tentang Boma. Casilda Menoreh Kearah Bian. " Boma Terima Saudara Pungut Gak? Kalo Iya, Aku Mau Daftar! " Celetuk Casilda Asal Membuat Bian Tertawa Mendengarnya. " Dia Gak Buka Pendaftaran Saudara Pungut. " Jawab Bian Datar. " Terus Buka Nya Pendaftaran Apa? " Casilda Menatap Bian Penasaran. Bian Memajukan Wajahnya Mendekati Casilda " Dia Bukan Nya Pendaftaran Jadi IBU TIRI! " Seru Bian, Setelah Itu Ia Melanjutkan Perjalanannya Menuju Taman Belakang Yang Tertunda Karena Waktunya Terbuang Untuk Menjelaskan Kepada Casilda Siapa Pemilik Rumah Megah Ini. Casilda Mengerutkan Bibirnya, Menyipitkan Matanya Seraya Mencerna Maksud Perkataaan Bian Tadi Sambil Menatap Sosok Lelaki Yang Berdiri Di Samping Boma Di Foto Itu Yang Tak Lain Adalah Ayahnya Boma.   " Berarti Gue Harus Nikah Dulu Dong Sama Papah Nya Boma? " Ucapnya Kemudian Dia Baru Tersadar. " HAH? IH GAK MAU LAH MASA GUE NIKAH SAMA BAPAK – BAPAK, SIH! " Casilda Bergidik Geli. " Lebih Baik Aku Nikah Sama Bian, Deh. " Ucapnya Setelah Itu Mengejar Bian Yang Sudah Melangkah Sedikit Menjauh. ** HAI SESUAI JANJI AKU UP SETIAP HARI :) JANGAN BOSEN DULU YA KARENA AKU AKAN BUAT SEMAKIN SERU DI PART BERIKUTNYA :) THANKYOU :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD