"Kau dari tadi diam saja. Ada yang mengganggumu?" Gery memecah keheningan di meja makan. "Dia mengatakan sesuatu padamu?" tanyanya sekali lagi pada Lucy. Wanita itu sedang makan berhadapan dengan Gery. "Tidak ada." bohong Lucy. "Hm." Tidak mau memperpanjangnya, Gery mengiyakan kebohongan Lucy. Ia berpura-pura seolah tidak tahu apa-apa. Padahal telinganya mampu mendengar pembicaraan antara dua orang itu. Dirinya datang, tak lama setelah Tian duduk. Melangkah mundur, mengambil jarak tidak terlalu jauh. Pilihannya itu membuatnya mengetahui yang tidak ia ketahui. Sekarang, selama Lucy tidak membahas hal itu. Dirinya memilih diam. "Aku akan keluar sebentar." Gery meletakkan sendok. Tanda ia sudah selesai makan. "Ke mana?" "Kau tidak perlu tahu," ujar Gery sembari beranjak dari dudukn

