perang dingin

744 Words
jam 4 Sore Anika baru sampai dirumah karena tadi ada mampir lihat lokasi tanah yang akan dibangun, lalu makan siang akhir nya sore baru sampai dirumah. Anika mengetuk pintu tapi tidak ada yang buka, Anika memeriksa tas nya apa ada kunci rumah ini dan ternyata tidak ada, Anika bingung mau kemana,dan juga tidak mau menelpon mas Dewa. Anika duduk di kursi dekat teras cukup lama lalu ke halaman belakang dan duduk di ayunan, Anika bahkan baru tau kalau ada taman di belakang rumah ini, Anika memegang handphone nya namun masih bingung mau nelpon mas Dewa apa tidak... " aduh udah mulai gelap ni, Anika gak bisa masuk, Anika mau pergi kemana... apa ketemu Arya, tapi Anika lagi nggak mau, kalo kerumah ibuk, pasti ibuk banyak tanya..." gerutu Anika Anika masih duduk di ayunan sampai jam 7 malam, Anika mulai ketakutan tapi sama sekali tidak ada tujuan dan akhirnya Anika memilih tetap dirumah itu, Anika memandangi handphone nya terus melihat nama Dewa dilayar handphone nya namun sangat berat mau menelpon Dewa " apa yang aku lakukan saat ini benar? ma... maafin Anika, ayah.... maafin Anika. Anika belum bisa menerima mas Dewa. Anika hanya akan menyakiti mas Dewa. Anika minta maaf ma, Anika juga sedih begini jadinya Anika bahkan kehilangan mas Dewa saat mas Dewa ada di sisi Anika. bukan hubungan seperti ini yang Anika mau"ucap Anika pelan. kesendirian nya membuat Anika memikirkan banyak hal. rasa sesal karena mengabaikan Dewa, orang yang dulu selalu ia nantikan kehadiran nya. yang selalu bisa membuat Anika tenang. banyak rasa sesal yang Anika rasakan namun ia juga tidak tau cara menerima Dewa saat ini. Anika melihat lagi layar handphone nya. melihat foto foto nya dengan Dewa, " gimana ya... apa Anika telpon aja? udah hampir 4 jam Anika diluar, mana udah gelap lagi ... Anika kembali duduk di teras depan rumah dan jam 8 terlihat mobil Dewa memasuki pagar rumah, Anika senang karena ia bisa masuk mandi dan istirahat. sementara Dewa sendiri sangat dingin dan tak berkata apa apa hanya membuka pintu lalu masuk menuju kamarnya, Anika pun dengan santai masuk dan menuju kamarnya tanpa menghiraukan Dewa yang hanya diam saat masuk rumah tadi. di kamar Dewa hanya bisa menghela napasnya menahan emosinya. " haruskah seperti ini Anika? sepertinya mas yang terlalu percaya diri kamu akan menerima mas setelah waktu yang kita lewati. kamu sangat berarti untuk mas Anika, mas ingin menunjukkan rasa cinta yang lain untuk kamu, tidak seperti dulu namun sepertinya tidak akan ada kesempatan untuk mas. kamu butuh waktu berapa lama Anika? ternyata mas tidak benar-benar mengenal kamu" ucap Dewa dalam hati. kesedihan yang begitu tampak di wajah Dewa. Anika selesai mandi dan duduk di meja riasnya, lalu melihat kunci rumah dan Anika langsung mengambil nya dan memasukkan ke tas nya. Anika lalu rebahan di tempat tidur nya dan mengingat kejadian dengan pak Kevin " untung aja saat itu pak Kevin cepat datangnya... tapi pak Kevin kenapa peluk dan cium kening Anika? Anika harus jauh jauh ni dari pak Kevin..." kata Anika dalam hati Anika lalu masuk ke dalam selimut nya dan tertidur pulas. paginya Anika bangun langsung mandi dan bersiap pergi kerja. Anika melihat Dewa yang duduk di meja makan sudah siap mau pergi kerja juga namun Anika dengan santai langsung pergi tanpa pamit pada Dewa Dewa memukul meja makan karena sangat kesal dengan Anika yang tidak pulang dan tidak mengabari lalu tidak memberi penjelasan malah cuek seperti tidak bersalah. " mau di apain anak itu, bikin kesal aku aja... tahan kali nggak negur sama sekali" gerutu Dewa Anika tiba di kantor dan bekerja seperti biasa, Anika menyelesaikan tugas nya lalu bersiap pulang jam 5. Anika langsung pulang kerumah karena tidak ada tujuan lain. Minggu depan Anika udah mulai kuliah lagi, dan tak terasa sudah 1 bulan Anika menikah dengan Dewa. Anika membuka laci meja rias dan memandang cincin kawin nya yang tidak pernah ia pakai, Anika mencoba pasang di jarinya lalu teringat pada Dewa, Anika langsung kesal dan melepas cincin nya dan memasukkan lagi ke dalam laci " kita liat aja siapa yang minta pisah duluan..." gumam Anika sudah jam setengah 7 Anika merasa lapar dan membuka kulkas dan Anika mulai memasak, masakan sederhana dan cepat karena Anika sudah sangat lapar. Anika makan sendiri di meja makannya, sedangkan Dewa belum pulang, Anika menyiapkan lauk untuk Dewa makan malam. Anika lalu kembali ke kamarnya. jam 9 terdengar suara mobil Dewa berhenti di depan rumah. Anika tidak keluar menyambut kedatangan Dewa bahkan Anika tidak keluar dari kamarnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD