Anika menolak pemberian Dewa,Dewa sendiri tidak memaksa Dewa meletakan semua di atas meja di kamar Anika. Anika lebih banyak mengabaikan Dewa, Anika selalu menghindar. hari ini Anika akan pergi dengan pak Kevin menemui klien sambil main golf Anika udah bersiap dari pagi karena tempat yang dituju agak jauh. pak Agus supir kantor akan menjemput Anika ternyata Dewa udah duduk di ruang tamu pagi itu
" Anika mau pergi dengan pak Kevin temuin klien mungkin sore pulangnya...
" tumben pakai bilang sama mas, kamu juga bukan minta izin kan?
" Anika nggak harus minta izin karna ini urusan kerja, Anika cuma bilang karena mas Dewa tuan rumah ini,
" sarapan dulu,
" Anika nggak mau, pak Agus mau jemput bentar lagi,
" sarapan dulu kalau tidak kamu tidak boleh pergi,
" Anika nggak mau!!!
Anika langsung mengambil tas dan juga sebuah map lalu menunggu pak Agus didepan gang,
Anika pergi dengan pak Kevin perjalanan cukup jauh, Anika pun tertidur, pak Kevin menyandarkan kepala Anika dipundaknya, cukup lama Anika tertidur dan saat membuka matanya wajah pak Kevin sangat dekat dengannya
" maaf pak maaf saya ketiduran, saya pindah duduk di depan aja ya
" nggak usah, sebentar lagi sampai kita sarapan dulu
" baik pak
Anika dan pak Kevin sarapan berdua sambil menunggu klien nya datang...Anika senang melihat pemandangan lapangan golf yang luas dan indah
" waaahhh tempatnya cantik pak, Anika baru pertama kali ketempat seperti ini,
" kamu mau coba main golf
" nggak pak Anika nggak bisa, olahraga ini untuk orang kaya tidak cocok untuk saya
" saya ajarin...
Anika memakai kaos berkerah dan celana olahraga agak ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya. Anika berdiri disamping lapangan dan tiba tiba pak Kevin berdiri di belakangnya mendekat kan tubuhnya ke Anika memberikan stik golf pada Anika dan mengajari Anika memukul, Anika cukup senang karena pukulannya lumayan jauh
" bisa kan? " tanya pak Kevin
" ah iya saya nunggu disana aja ya pak" kata Erika sambil menunjuk kursi yang tak jauh dari lapangan...
tak lama klien datang, main golf cukup lama dengan pak Kevin lalu makan siang, Anika menuggu dengan bosan, Anika memilih jalan jalan sekitar lapangan dan taman hotel..
" tempat yang bagus akan lebih bagus jika datang dengan orang yang tepat..." kata Anika dalam hati
Anika berjalan lalu di dekati oleh seorang pria yang tampak baru akan main golf,
" kamu mau temani saya main?
" ah nggak maaf...
" ayolah sebentar, saya akan bayar kamu karena temani saya main atau temani saya di kamar
" maaf saya nggak kerja disini, saya bukan perempuan seperti itu, lepasin...
lelaki itu mulai menarik tangan Anika dengan kasar Anika melihat kanan kiri mencari pak Kevin atau orang lain yang bisa membantu, tangan Anika sudah mulai sakit, lelaki ini berbadan besar Anika tidak bisa melawan
" pak Kevin tolong.... teriak Anika
tak lama seseorang memegang tangan Anika satunya...
" wanita ini tunangan saya, mau di bawa kemana? security... bawa orang ini saya akan laporkan ke polisi
" maaf pak saya kira wanita ini kerja disini...
" apa menurutmu penampilan nya seperti pekerja disini? dan pak apa pekerja disini bisa di bawa paksa seperti ini?
" tidak pak saya akan tangani ini, jangan lapor pak citra hotel kami akan rusak " kata manajer yang baru datang karena mendengar keributan...
" bagus sekali pelayanan seperti ini, berikan saya kamar tunangan saya butuh istirahat..." kata pak Kevin
Anika hanya terdiam tubuhnya gemetaran karena ketakutan ini adalah pertama kali Anika mengalami hal ini jadi membuat Anika ketakutan dan trauma, pak Kevin membuka jaketnya dan memakaikan ke Anika dan memapahnya ke kamar hotel dan memberi Anika minum, Anika duduk di kursi namun belum bicara apapun.pak Kevin lalu memeluk dan mencium kening Anika
" udah nggak papa, maaf ya saya tidak perhatikan kamu tadi, harusnya saya jaga kamu...
" jangan bawa saya ketempat seperti ini lagi pak, saya takut"
" maafin mas yang nggak jaga kamu"
Anika lalu nangis di pelukan pak Kevin, cukup lama akhirnya Anika tenang, pergelangan tangan Anika terlihat membiru, Anika yang sadar di pelukan pak Kevin langsung menjauh
" maaf pak.." kata Anika sambil menghapus air matanya
" mas yang minta maaf nggak jaga kamu,
" kamu disini dulu ya mas harus serahkan dokumen ini dengan klien, kamu istirahat nanti mas datang lagi..
pak Kevin pun keluar meninggalkan Anika, jam menunjukkan pukul 4 sore. pak Kevin belum kembali juga Anika tertidur di sofa kamar hotel itu... jam 6 pak Kevin kembali dan melihat Anika tertidur di sofa lalu mengangkat Anika ke tempat tidur. jam 8 malam Anika terbangun di tempat tidur dan melihat pak Kevin duduk di sofa sambil melihat handphone nya. Anika langsung berdiri
" pak Kevin maaf saya tertidur, kalo urusan udah selesai ayo pulang pak...
" ini pakaian untuk kamu kita ada makan malam, mas keluar dulu, pak Agus udah pulang besok baru jemput kita
pak Kevin lalu keluar dari kamar, Anika masuk ke kamar mandi membawa tas yang diberikan pak Kevin dan membawa handphone nya. Anika melihat handphone nya memikirkan siapa yang akan dihubungi untuk memberi tau Anika tidak pulang hari ini,
" apa hubungi mas Dewa..ah pasti dia nggak akan peduli juga Anika nggak pulang...
setengah jam kemudian Anika keluar dari kamar mandi memakai gaun yang di bawa pak Kevin tadi dengan rambut yang masih basah Anika keluar dan duduk didepan meja rias sambil mengeringkan rambutnya, Anika terkejut ternyata ada pak Kevin sedang duduk di sofa kamar itu..
" pak Kevin ,saya kira bapak keluar, maaf pak
" selesai kan aja,
Anika lalu memakai sedikit make up, Anika sangat cantik dengan gaun hitamnya,
" ayo," ajak pak Kevin
" iya,
pak Kevin dan Anika turun ke restoran hotel itu untuk makan malam, Anika bingung karena cuma mereka berdua tidak ada yang lain..
" pak, klien nya mana? bapak masih menunggu tamu ya?
" nggak ini makan malam kita,
" kita pak? kenapa Anika pakai baju gini kalau gitu
" karena mas mau gitu...
" pak Kevin terimakasih udah bantu saya yang tadi sore
" memang tanggung jawab mas menjaga kamu disini
" terimakasih pak
"mau sampai kapan kamu panggil mas bapak? "
" maaf mas Kevin "
" teruslah begitu"
Anika dan pak Kevin selesai makan malam lalu ngobrol sebentar dan kembali ke kamar, Anika dan pak Kevin masuk ke kamar yang sama
" ahhh mas kamar Anika yang mana?
" ini,
" kamar mas?
" ini juga
" maksud nya kita 1 kamar? Anika nggak bisa mas, Anika bukan perempuan gitu...
pak Kevin mendekati Anika lalu mencium kening Anika
" selamat malam tidur lah, mas tidur di sofa,
Anika sangat tidak nyaman dengan situasi itu. Anika benar benar tidak bisa tidur. pak Kevin sudah berbaring di sofa dan menutup matanya,
" kamu orang pertama yang ingin saya lindungi Anika" kata pak Kevin dalam hati
malam terasa lebih panjang karena rasa tidak nyaman, Anika bangun pagi pagi sekali dan langsung mandi dan bersiap. Anika menuggu pak Kevin siap mandi untuk sama sama turun sarapan. Anika sedang merapikan berkas berkas yang ada di meja lalu pak Kevin memeluk Anika dari belakang
" lepasin pak...saya nggak suka gini.saya bukan perempuan murahan
" sebentar aja, mas tau Anika , kalau mas menganggap kamu perempuan murahan mas tidak akan tidur di sofa...
" lepasin pak...
Anika lalu buru buru menyiapkan berkasnya dan memasukkan nya kedalam map lalu mengambil tas dan jaketnya lalu turun menuju restoran. Anika membuat teh dan meminum nya, Anika memikirkan yang terjadi tadi
" apa apaan itu... ah udah lah aku jadi malas mikir...
" udah makan?
" belum, Anika tunggu bapak
" mas Anika,
" iya mas Kevin
" ayo kita makan lalu pulang
" iya mas
Anika duduk di depan pak Kevin yang terlihat cuek padanya