awal perjalanan

930 Words
Anika bangun tidur dan merasa asing saat membuka matanya... Anika lalu mandi dan bersiap pergi kerja. Anika pergi tanpa pamit pada Dewa yang sudah duduk dimeja makan dengan nasi goreng untuk Anika. padahal Dewa akan mengantarkannya namun Anika sudah buru buru pergi dengan taksi " Anika.... mas juga belum cinta kamu sebagai wanita namun mas menyayangi kamu dari kita kecil...maafin mas yang buat kamu berkorban banyak..." kata Dewa melihat Anika pergi... Anika berkerja seperti biasa tidak ada yang berubah di kesehariannya, Anika cukup sibuk hari ini, jam 5 Anika ke kafe karena akan bertemu Arya " Anika, kenapa tambah susah mau ketemu, " maaf, kita jalan ya abis ini " nggak bisa pak Kevin ada rapat nanti jam 8 Anika mau pulang ganti baju dan siap siap soalnya ada acara makan malam sekali dan... Arya mulai sekarang Anika nggak bisa sering sering ketemu kamu.. dan Anika minta maaf, sebaiknya kita berpisah dulu... Anika mau fokus kuliah dan kerja... " kenapa, kamu tau susah nya aku berusaha untuk kamu Anika , kita sudah janji akan menikah 2 tahun lagi, aku berusaha untuk kamu, sesak rasanya dengar kamu bilang gitu... " ya , kita selesaikan kuliah kita dulu, Anika nggak akan kemana mana, Anika hanya akan kerja dan kuliah kamu harus dukung Anika " baik kalau itu mau kamu, tapi kalau aku udah nggak tahan ingin jumpa kamu, kita ketemu ya, kamu jangan dengan lelaki lain " iya, sekarang Anika mau pergi Anika mencium pipi Arya dan Arya mencium kening Anika dan Anika jalan keluar dari kafe meninggalkan Arya, langkah Anika terhenti melihat Dewa didepannya berdiri diam dengan wajah kesalnya " kenapa dia disini, apa mas Dewa liat aku cium Arya tadi?" kata Anika dalam hati " jangan halangi jalan, Anika mau pergi... " mau kemana? " Anika mau pulang mau ganti baju, pak Kevin ada rapat dan makan malam Anika menemani malam ini " ya udah mas antar pulang ganti baju terus mas antar ke kantor Anika dan Dewa pulang bersama Anika langsung masuk ke kamar nya mandi dan bersiap-siap, Anika melihat gaun yang ada di lemari nya Anika memakai itu dan bersiap pergi... " kenapa pakai baju itu? tanya Dewa " kenapa kan sopan, udah Anika mau pergi... Anika pun langsung mengambil tas dan keluar rumah, Dewa menyusul Anika dan memaksa Anika agar Dewa yang mengantar nya ke kantor. Anika akhirnya mau di antar. jam setengah 8 Anika sampai di kantor dan Dewa pulang, Anika pergi bersama pak Kevin untuk undangan makan malam dan ada rapat juga Anika dan pak Kevin diantar supir kantor... " mas Agus tunggu aja atau gimana Anika juga nggak tau pak Kevin siap jam berapa, mas Agus bisa cari kafe atau tempat makan disekitar sini, makasih ya" kata Anika pada Agus " mas Agus tunggu di kafe depan aja ya " oke... Anika dan pak Kevin masuk keruang acara, Anika memegang berkas untuk pak Kevin rapat, pak Kevin tampak sibuk berbicara dengan rekan bisnis nya jam 11 malam akhirnya acara pak Kevin selesai, Anika sudah gelisah melihat jam terus, Anika takut pulang malam malam. " saya telpon pak Agus dulu pak biar jemput kita katanya tadi nunggu didekat dekat sini" kata Anika pada pak Kevin " Anika, kamu cantik malam ini... " ahhh makasih pak, saya boleh minta antar nggak pak saya takut pulang sendiri " udah malam pasti saya antar pulang... pak Agus pun datang, Anika diantar duluan Anika langsung pamit dan masuk mengetuk pintu rumahnya... " duh gimana ni Anika nggak punya kunci rumah ini... apa dia udah tidur? tak lama pintu rumah pun dibuka, Anika langsung masuk ke kamar tanpa berbicara pada Dewa Anika mengganti pakaiannya lalu Dewa masuk ke kamar Anika, " mau apa ke kamar Anika? " ini kunci rumah dan ini ATM,untuk kamu, ini nafkah dari mas untuk kamu, dan ini kunci mobil kamu bisa pakai, " Anika nggak mau Anika nggak bisa bawa mobil dan kalau bisa pun Anika juga nggak akan mau, Anika ambil kunci rumah aja... " ambil ATM ini terserah kamu pakai atau tidak... " apa kita tidak bisa jadi seperti dulu Anika? jangan diamin mas seperti ini, kalau kamu belum bisa Terima mas jadi suami kamu, kamu bisa anggap mas seperti kaka dan juga teman kamu, seperti dulu " " Anika nggak bisa, Anika udah kehilangan mas Dewa kaka dan juga teman Anika saat mas Dewa memaksa Anika menikah, semua nggak akan pernah sama lagi" " maafin mas yang udah memaksa kamu Anika mas buat km berkorban banyak" Dewa mendekat dan memeluk Anika, Anika diam sesaat lalu mendorong Dewa " lepasin! jangan pernah sentuh Anika lagi. Anika benci mas Dewa, mas Dewa udah merebut semua yang Anika miliki saat ini. " mas lakukan ini karna mas sayang kamu Anika, mas akan bahagiain kamu " " bahagia? Anika justru bahagia sebelum menikah! sekarang apa ini? mungkin mas bilang tidak akan melarang apapun yang Anika mau, tapi ibu dan lainnya akan selalu ingatin kalau Anika udah menikah tidak bisa melakukan ini, itu, sebebas dulu. mas Dewa yang paling mengenal Anika dan menurut mas, yang mas pilih ini yang terbaik untuk Anika? mas hanya menikah dengan Anika juga karna mama kan, nggak lebih dari itu. Anika akan anggap mas Dewa orang asing mulai saat ini!! " " mas sayang kamu Anika, mas minta maaf mas akan lebih ngertiin kamu" " nggak perlu, sekarang keluar dari kamar Anika, sana pergi!!! " teriak Anika Dewa pun keluar dan langsung masuk ke kamarnya. Dewa duduk di tepi tempat tidurnya menunduk memikirkan ucapan Anika yang membuat d**a nya sungguh sesak. ingin rasanya Dewa memeluk Anika. namun Anika semakin terasa jauh darinya...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD