Anika bekerja seperti biasa ,matanya agak sembab karena banyak menangis, dia selalu kesal kalau mengingat Dewa, Anika merasa dibohongi,
" dulu Anika hidup susah, sekarang Anika baru mulai menikmati rasanya hidup nyaman, berteman, Anika nggak akan biarin mas Dewa merebut semuanya dari Anika,!!! Anika nggak akan mau sampai nikah di KUA, Anika nggak akan jadi janda nantinya, dan Anika harus pastikan mas Dewa nggak pernah nyentuh Anika" kata Anika dalam hati
Anika ikut pak Kevin rapat diluar kantor hari ini, sore hari rapat baru selesai,
" kamu mau pulang kekantor atau langsung pulang?" tanya pak Kevin
" saya balik ke kantor pak kan mau absen
" udah nggak perlu, kita makan malam dulu,
" baik pak."
" besok saya ke kantor agak siangan kamu siapin berkas berkasnya saya ada rapat malamnya, kamu ikut,
" baik pak
Anika tidak kembali kekantor, Anika turun di halte bis, lalu Dewa menelpon
" Anika mama..."
" kenapa mas? Anika kerumah sakit sekarang'
Anika segera naik taksi menuju rumah sakit, banyak orang di depan ruangan mama Dewi mereka nangis semua, Anika datang mendekati dan Dewa langsung memeluk Anika
" mama udah nggak ada..."
Anika menangis di pelukan Dewa.. Anika dapat merasakan kesedihan Dewa kehilangan mama nya. papa Haris dan Ami terlihat terguncang ibu dan yang lainnya juga sedih. jenazah ibu sudah dibawa pulang kerumah. banyak saudara dan tetangga yang datang dan syukur nya tidak ada yang membicarakan tentang pernikahan Anika dan Dewa
Anika merasa kehilangan mama Dewi wanita yang dari kecil ia panggil mama, yang selalu menyayangi Anika dan keluarga nya walau ayah udah meninggal mama Dewi tetap memenuhi janji pada ayah Anika, walau keadaan Anika susah mama dewi masih mau menerima Anika dan keluarga nya.
" terimakasih ma, udah sayang sama Anika..." ucap Anika dalam hati...
mama Dewi dimakamkan pengajian seminggu penuh pun dilakukan, papa Haris Amy dan Dewa setiap hari mengunjungi makam mama Dewi, semua melupakan pernikahan Anika dan Dewa. Anika juga masih tinggal dirumah ibu, tak ada yang berubah setelah 8 hari mereka menikah karena mama Dewi meninggal.
malam itu setelah selesai pengajian papa Haris memanggil Dewa dan Anika...
" kalian sekarang gimana? mama udah nggak ada, papa harap kalian jangan memainkan pernikahan, kalian harus menikah lagi di KUA dan menggelar pesta, lebih cepat lebih baik, " kata papa Haris pada Anika dan Dewa
" Dewa setuju pa, Dewa nggak akan lupain amanat mama untuk menjaga Anika
" Anika masih kuliah dan kerja pa, Anika tidak boleh menikah dulu karna terikat kontrak, yang penting Anika dan mas Dewa udah nikah, boleh ya mas tunda dulu, ya pa....
" gimana Dewa? tanya papa
" Dewa ikutin maunya Anika aja pa,
" baik kalau gitu Dewa kamu pindah ke rumah ibu Anika atau Anika yang pindah kesini, atau kamu mau tinggal dirumah sendiri, sebaiknya kalian tinggal satu atap secepatnya,
" kami akan tinggal di rumah Dewa pa, Anika akan lebih nyaman jika kami tinggal sendiri. kamu mau kan?
" iya pa,
" ingat kalian suami istri sah menurut agama...
" iya,
"kalau gitu Dewa papa mau bicara dengan Anika berdua aja kamu keluar dulu
Dewa pun langsung keluar..
" Anika, papa selalu anggap kamu sebagai anak papa, walau papa tidak ada dimasa sulit kamu,kamu sekarang sudah benar benar menjadi anak papa, dan Dewa adalah teman masa kecil kamu, suami kamu nak, bukan Kaka kamu, papa harap kamu bisa terima dia..
" Anika ngerti pa,
Anika menangis di pelukan papa Haris...
Dewa lalu mengantar Anika pulang ke rumah untuk mengemas barang barangnya untuk dibawa ke rumah Dewa. Dewa izin sama ibuk untuk membawa Anika
"ibuk, Dewa minta izin membawa Anika untuk tinggal dengan Dewa
" iya ibu izinin, ibu doakan kalian bahagia, jaga Anika ya nak
" iya, ibuk percaya Dewa kan?
" iya nak,
Anika ingat kewajiban mu sebagai istri, sekarang kamu tanggung jawabnya Dewa,bahagiakan nak...
" Anika ngerti Anika pergi buk
malam itu hari ke 8 pernikahan mereka akhirnya Anika meninggalkan rumah yang dari kecil ia tempati, susah senang di rumah itu, Anika menangis meninggalkan rumah itu. Dewa membawa Anika kerumahnya, rumah berlantai 2, minimalis namun mewah. Anika tidak tertarik sama sekali dengan rumah itu, Dewa mengantar Anika ke kamarnya sudah ada beberapa baju dan barang lainnya dikamar Anika
" mas udah siapin beberapa barang sapa tau kamu suka, dan ini kamar kamu, kamar mas pas didepan kamar kamu jadi kalau ada apa apa kamu bisa panggil mas, istirahat ya kamu pasti capek hari ini, besok kamu kerja...
Anika tidak menjawab apapun. Anika duduk di tepi tempat tidur melihat sekeliling kamar yang terlihat sangat rapi dan cantik tapi Anika tidak senang. Anika melihat handphone nya dan melihat banyak telpon dari Arya, Anika baru ingat pada Arya karena sibuk beberapa hari ini...
" Arya,, kenapa aku bisa lupain dia sama sekali." Anika lalu langsung menelpon Arya
" halo Arya, maaf baru telfon sekarang, kamu lagi ngapain?
" aku kangen sama kamu Anika kita bisa jumpa malam ini sebentar aja,
" ini udah malam, besok aja ya pulang kerja di kafe biasa,
" ya udah aku tunggu ya besok
" iya
Anika menutup telpon lalu berbaring di tempat tidurnya melihat sekeliling kamar yang masih terasa asing baginya... Anika sangat takut tidur ditempat yang baru dan kamarnya besar membuat Anika semakin takut, Anika keluar kamar dan melihat ke dapur mengambil minuman
" kamu lapar Anika?
" mas masakin nasi goreng ya dari kecil kan kamu suka nasi goreng...
" nggak Anika nggak makan malam malam, Anika mau minum aja
" ya udah abis ini tidur, besok mas antar kerja dan mas jemput ya pulangnya.
" nggak usah Anika bisa sendiri, Anika udah ada janji besok malam jadi pulangnya telat
Anika masuk kembali ke kamarnya dan tidak mempedulikan Dewa, Anika mengganti baju tidur dan naik ke tempat tidur yang asing baginya dan karena terlalu lelah Anika pun tertidur pulas, Dewa masuk ke kamar melihat Anika sudah tidur merapikan selimut Anika dan mencium kening Anika lalu keluar dan tidur dikamar nya.