mama Dewi sakit

1689 Words
sudah satu bulan berlalu tidak ada yang membicarakan soal perjodohan lagi membuat Anika lega. hubungan nya dengan Dewa juga baik baik saja. Anika sudah jarang bertemu dengan Arya karena kesibukan nya. siang ini Anika pergi menemani pak Kevin untuk acara makan siang dengan para koleganya. disana ada Dewa juga. tenyata pak Kevin mengenal Dewa. Dewa lalu mendekati Anika " kamu disini juga? " " iya kan Anika sekertaris pak Kevin " " kamu makan siang sama mas ya nanti mas yang antar kamu pulang" " tapi Anika dengan pak Kevin mas" " nanti mas yang ngomong ke pak Kevin " Dewa lalu mendekati pak Kevin.. " Anika kamu boleh pergi sama Dewa, habis itu langsung kembali ke kantor aja, saya masih ada urusan setelah ini" " baik pak" jawab Anika Anika dan Dewa pun makan bersama " mas Dewa Anika kan jadi nggak enak sama pak Kevin ". " nggak enak gimana? kan udah izin tadi" "ih.... mas Dewa ngeyel abis ini antarin Anika ke kantor lagi ya" " iya, kamu cantik pakai baju kerja gini" " eit salah! Anika itu cantik pakai baju apa aja" ucap Anika selesai makan siang Dewa mengantar Anika kembali ke kantor nya. Anika sudah bersiap untuk pulang dan pak Kevin memanggil Anika keruanganya " ada apa pak? " " berkas besok udah siap? " tanya Kevin " udah pak, " Dewa itu pacar kamu? " tanya Kevin lagi " ah bukan pak, mas Dewa itu teman saya sejak kecil karena orang tua kami berteman sejak lama, " jawab Anika "oh... kamu boleh pulang" " baik Pak " Anika pun keluar dari ruangan Kevin ada sedikit rasa cemburu di hati Kevin mendengar Anika memanggil Dewa dengan sebutan Mas. Kevin lalu cepat cepat mengalihkan pikirannya tentang Anika yang entah kenapa sejak pergi bersama nya membuat rasa yang asing di hati Kevin. sore itu Anika sedang menunggu taksi saat HP nya berbunyi " Anika " suara panggil an di hujung sambungan " iya mas Dewa, " " mama dirumah sakit kamu kesini ya, mama cari kamu" " iya mas Anika kesana sekarang " jawab Anika panik Anika langsung naik taksi menuju rumah sakit Anika mempercepat langkahnya menuju ruangan tempat mama Dewi di rawat. ada ibuk, papa, Ami dan Dewa di sana. Anika langsung mendekati mama " mama... Anika disini mama cepat sehat ya Anika sedih liat mama gini" ucap Anika sedih " Anika, mama udah anggap kamu seperti anak mama sendiri, kamu mau kan menikah dengan Dewa, mama ingin menunaikan janji mama ke ayah kamu nak" " Anika nggak.... " ucapan Anika tertahan karena Dewa memengang tangannya " iya ma, Dewa dan Anika akan menikah makanya mama harus sembuh biar liat Dewa dan Anika menikah " kata Dewa Anika langsung melihat wajah Dewa " mama sakit nak, mama ingin kamu dan Dewa segera menikah, " " tapi Anika " ucapan Anika terputus " iya ma makanya mama cepat sehat ya Anika melihat lagi wajah Dewa dan Anika memejamkan matanya sebentar menenangkan hatinya dan mengikuti situasi nya " iya ma, makanya mama banyak istirahat ya cepat sehat lagi Anika sedih liat mama gini" ucap Anika lalu Anika dan Dewa keluar dari ruangan itu " maksud mas Dewa apa? kenapa mas bohongin mama? Anika udah bilang Anika nggak bisa" " tapi mama sakit Anika keinginannya hanya memenuhi janjinya sama ayah kamu, apa tidak bisa kita menikah aja Anika? " " Anika nggak bisa mas, Anika memang bukan anak yang baik" Anika pun langsung pergi. saat di luar rumah sakit Anika menelpon Arya namun tidak di jawab lalu Anika melihat Arya yang sedang berboncengan dengan seorang wanita. Anika terdiam menatap Arya. " Anika ayo mas antar pulang " ucap Dewa yang ntah sejak kapan ada di bekang Anika Anika hanya mengikuti Dewa. " mas gimana kalau kita menikah pura pura aja" ucap Anika " mas nggak mau membohongi mama Anika, kita menikah aja ya mas tidak akan melarang apapun yang ingin kamu lakukan mas akan jaga kamu tidak ada yang akan berubah. mas tidak akan menyentuh kamu Anika kita akan tinggal dirumah sendiri dan kamar kita akan terpisah kalau perlu " " mas, bukan hanya masalah itu, Anika tidak mau menikah dengan lelaki yang Anika tidak cinta, itu alasan yang cukup untuk Anika menolak rencana pernikahan ini, mas sudah seperti kaka Anika nggak mungkin kita nikah" " hanya seperti Anika, bukan kaka beneran" " sama aja mas, " " kamu nggak pikirin mama gimana? " " Anika sayang sama mama mas tanpa Anika menjadi menantunya dulu, Anika udah jadi anaknya mama dan papa Haris adik mas Dewa " " tapi Anika tidak bisa kah kamu pertimbangkan lagi? " " nggak mas" lalu keduanya diam hingga sampai kerumahnya Anika langsung turun dari mobil Dewa " kenapa se sulit ini Anika, mas tidak menyangka penolakan kamu sampai seperti ini, kedekatan kita selama ini ternyata tidak lebih seperti kaka dan adik buat kamu, tapi buat mas kamu lebih dari itu Anika " ucap Dewa sambil melihat punggung Anika yang berjalan menjauh tanpa melihat nya lagi sampai di kamarnya Anika langsung chat Arya = Arya kamu pulang kerja dengan siapa? = aku pulang sendiri tadi Anika maaf ya nggak jawab telpon kamu aku lagi di jalan tadi, = nggak papa " kenapa kamu harus bohong Arya " ucap Anika sambil memejamkan mata dan meletakkan HP di dadanya. " Anika harus apa yah? " ucap Anika sambil melihat foto ayahnya " ini sulit buat Anika yah, Anika sayang mama dewi, Anika juga sayang sekali sama mas Dewa Anika takut kehilangan mas Dewa jika hubungan kami berubah dan ada pertengkaran, Anika akan kehilangan mas Dewa, kalau hanya sebagai kaka, mas Dewa akan selalu ada untuk Anika yah. Anika harus bagaimana Anika tidak bisa memenuhi permintaan ayah, Anika bukan anak yang baik yah" ucap Anika sambil menangis " maafin Anika mas"... esoknya Anika bekerja seperti biasanya, jam makan siang Anika kerumah sakit melihat mama Dewi dan membawakan makanan untuk papa Haris " papa makan ya, " ucap Anika " Anika, papa selalu menganggap kamu sebagai anak papa sendiri walau papa tidak mendampingi kamu di masa sulit kamu, papa tidak pernah melupakan kamu nak. kamu dan Dewa tumbuh besar bersama, apa tidak bisa kamu menerima Dewa nak? " " Anika takut pa, hubungan suami istri bisa bertengkar lalu berpisah dan Anika akan kehilangan mas Dewa, kalau hubungan kaka adik, mas Dewa akan ada disisi Anika selamanya pa, mas Dewa adalah sandaran Anika saat Anika kehilangan ayah dulu" " Dewa akan menjadi pelindung kamu nak, papa yakin jika menikah kalian akan bahagia bersama hingga tidak ada alasan untuk kalian berpisah. pikirkan lagi nak papa akan dukung apapun keinginan kamu" papa Haris lalu memeluk Anika. lelaki yang masih terlihat tegap dan tampan di usia nya yang senja, lelaki yang sangat setia dan menyayangi istrinya. pantas saja Dewa mempunyai tubuh yang tinggi dan wajah yang tampan itu semua diturunkan dari papa Haris. Anika kembali ke kantornya dan melanjutkan pekerjaan nya hingga waktu jam kerja selesai. Anika memilih langsung pulang kerumahnya. sudah jam 9 malam Anika masih bolak balik di tempat tidur nya. matanya belum juga merasa mengantuk. banyak sekali yang ia pikirkan Anika membuka galery foto di HP nya melihat fotonya dengan Dewa yang banyak mendominasi isi galery fotonya Anika tersenyum melihat foto foto itu hingga akhir nya Anika tertidur. esoknya Anika berkerja seperti biasa. hari ini Anika sangat sibuk sore ini Anika menemani pak Kevin menemui klien nya " Anika habis ini kamu temani saya ke mall ya, saya ingin mencari hadiah untuk pak direktur ". " baik Pak " sore hari Anika dan Kevin mencari kado untuk pak direktur yang tak di ketahui Anika adalah papa nya Kevin. akan ada acara makan malam untuk merayakan ulang tahunnya. cukup lama mencari anika dan Kevin menemukan barang yang pas. Kevin juga membelikan gaun yang cantik untuk anika "ini untuk saya pak? " tanya Anika " iya, pakai ini untuk ke acara makan malam dengan pak direktur besok " " baik Pak, tapi Anika harus pakai baju seperti ini? " " iya " baik Pak esoknya pulang kerja Anika langsung pulang kerumah lalu bersiap untuk menghadiri acara ulang tahun pak Anggara Hutama direktur besar perusahaan tempatnya bekerja dan papa nya Kevin jam 8 malam Anika sudah siap mengenakan gaun berwarna hitam selutut yang sederhana namun tampak sangat cantik Anika kenakan. Anika menggerai rambut panjangnya dan memakai sedikit make up. Anika di jemput pak Agus supir pak Kevin. Anika dan Kevin jalan bersama memasuki ruang tempat berlangsung nya acara makan malam. Kevin sangat terpana melihat kecantikan Anika. Anika selalu berada di samping Kevin makan malam hanya di hadiri keluarga saja " selamat ulang tahun pak direktur " ucap Kevin " ini bukan kantor Kevin " " selamat ya pa, Kevin ingin papa sehat terus" " Terima kasih nak" ucap pak Anggara sambil memeluk Kevin Anika pun terkejut tau bahwa pak Kevin anak dari Pak Anggara " kamu... pasti sangat spesial hingga Kevin bawa ke acara keluarga" ucap pak Anggara pada Anika " saya hanya sekertaris pak Kevin pak " jawab Anika " seperti nya akan lebih dari itu" ucap Anggara sambil tertawa " papa tau Kevin tidak akan membawa sembarangan wanita ke acara keluarga" " benar, kamu tau Anika, kamu wanita pertama yang Kevin bawa" " maaf Pak tapi saya hanya sekertaris saja" " sekarang iya pa, ". ucap Kevin santai Anika langsung melihat wajah bos nya itu Kevin dan Anika lalu makan bersama keluarga besar Kevin, Anika sangat di Terima dengan baik di keluarga Kevin. Anika juga sangat nyaman berada disana. " kamu cantik malam ini Anika " ucap Kevin pada Anika yang saat ini sedang berada di dalam mobil Kevin. Kevin mengantar Anika pulang " Terima kasih pak Kevin " lalu HP Anika berbunyi Rama menelpon Anika untuk segera datang kerumah sakit. " iya mas, " jawab Anika " kamu kerumah sakit ya sekarang keadaan tante Dewi makin mengkhawatirkan" " iya mas Anika segera kesana" ucap Anika yang langsung memutuskan panggilan nya " maaf Pak Kevin Anika turun disini aja ya, Anika mau kerumah sakit" " siapa yang sakit? " tanya Kevin " mama Dewi, mama nya mas Dewa " " saya aja yang antar" " Terima kasih pak "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD