Sumpah Setia

1329 Words

Tangan Bara terhenti di udara saat hampir menyentuh gagang senjata yang ia turunkan perlahan. Tatapannya tidak beralih sedetik pun dari Melia matanya yang berkaca-kaca namun tetap tegar, tubuhnya yang gemetar namun tetap berusaha berdiri tegak meski tali di pinggangnya terhubung langsung ke tuas maut di atas kepalanya. Rasa sakit di dadanya terasa lebih tajam daripada luka di lengannya yang masih meneteskan darah. Ia tahu, jika ia benar-benar menyerahkan seluruh kekuasaan klan Pratama ke tangan Rania, bukan hanya dirinya yang akan hancur puluhan ribu orang yang bergantung pada perlindungan klan ini akan jatuh ke dalam cengkeraman kekejaman yang tak terbayangkan. Namun melihat Melia dalam bahaya seperti ini, logika seolah lenyap ditelan rasa posesif yang meluap-luap: wanita ini adalah milik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD