Ayah, Kami, aku dan Bintang pulang. *** Mereka melaju menuju rumah Bakrie. Cukup panjang perjalanan. Hingga hampir satu jam menghabiskan waktu, barulah memasuki halaman. Awalnya mereka disambut kepala pelayan, kemudian setelah diumumkan kedatangannya barulah mereka di sambut langsung Nyonya Naraya. Ifa mengamati ibunya. Waktu sepekan tidak merubah apa-apa, tetap tak ada rindu setitik pun dari Ifa untuk ibunya. “Kenapa kalian tiba-tiba mengunjungiku?” tanya beliau tersenyum lebar. “Kami hanya merindukanmu, Ibu,” jawab Bintang bersalaman dengan hormat dan sopan. Jujur, Ifa merindukan pondoknya. Bukan rumah Bakrie ataupun penghuninya. “Apa Aya dan Ayu berkunjung?” “Belum sejak kalian menikah. Tetapi mereka menelepon sementara kau tidak,” jawab Nyonya Naraya ketus. “Kalian tak memberit

