Ayah, Makin mengenal cinta, makin jauh aku darinya. *** Setelah tamu terakhir mendapatkan lambaian tangan mereka berempat pintu ditutup rapat. Sementara para pelayan bekerja ekstra membereskan sisa pesta. “Aku merindukanmu,” ucap Abimayu kepada Nyonya Rani tiba-tiba. Istrinya tersenyum. “Kau tidak bisa rindu kalau aku di sisimu.” Keduanya berjalan masuk menjauhi pintu tempat Ifa dan Bintang memaku langkah. “Kau belum menciumku malam ini,” balas Tuan Abimayu merayu selagi menggandeng tangan istrinya. “Mau aku gendong?” “Aku bisa menggunakan kakiku, Abimayu.” “Bukan karena kau menganggapku tak mampu lagi menggendongmu?” Nyonya Rani tertawa. “Kau tertawa selalu seperti ini. Riang, lepas dan bahagia. Jatuh cinta padamu berkali-kali membuatku merasa muda lagi.” “Hentikan, Abimay

