Bintang, Benci, rindu dan cinta. Itulah kau untukku. *** Ifa sendirian membuka halaman-halaman terdahulu buku hariannya yang ke 10. Pada halaman pertama dimulai dengan kisah tentang Bintang, Khumaira dan bunga. Sejak saat itu, bagi Ifa Kastil Abinaya bagai cangkang kosong. Bintang tersenyum kepada Khumaira, tapi berwajah serius kepadanya. Bintang kadang bercanda, dia sesekali bertanya kabar dan bersedia mendengar saat Ifa ingin berbicara. Hanya saja pria itu tidak lagi hangat, dia redup seperti gulitanya malam tanpa bintang, tanpa bulan karena ditutupi awan. Bintang-nya dihalau keraguan. Setiap satu tahun, satu buku Ifa simpan. Ia kini sedang meneruskan bukunya, membuka dan menulis halaman baru pada buku ke 11 yang mulai ditulisnya pada bulan Oktober 2022 lalu. 2012 hingga 2022, sel

