Ayah, Kematian ... sakitkah? *** Ifa diam tak punya jawaban. Dulu, itulah satu-satunya keinginan Ifa. Hidup sendirian. Namun setelah bersama Bintang, apalagi dengan adanya calon bayi mereka semuanya berubah. Ifa memang tak tahu apa yang akan diperbuatnya sesaat lagi, setelah bayi mereka lahir, namun jika tak ada Bintang di sisinya, bagaimana Ifa bisa? “Aku akan hidup lama untukmu. Hanya itu yang bisa kuharapkan," ujar Bintang melihat diam Ifa yang sepertinya dalam sekali memikirkan pembahasan kematian. Ifa sangat tak suka membicarakan kematian. Demi Tuhan, bukan air mata yang ingin ia tampilkan malam ini. “Khair, Anda akan memakai nama itu?” “Kalau kau sangat ingin, kita bisa memakainya.” “Terima kasih.” Mereka diam dalam langkah selanjutnya lalu tiba-tiba Bintang berseru kembali.

