Ayah, Kuharap kau di sini, melihat keadaan aku dan cucumu. *** Pesta Abinaya Februari ini berbeda. Tanpa kehadiran Abimayu, Bintang melihat mata ibunya yang berkaca-kaca karena kecemasan. Harap takut ia akan tiba-tiba beliau tumpahkan bulir bening itu. Namun Bintang juga melihat di belakang ibunya muncul seseorang, yang pasti lebih bisa menenangkan Nyonya Rani lebih dari siapa pun juga. “Uma tenang saja, Abah tak akan ke mana-mana,” ujar Bintang tersenyum lebar. “Yah, untuk saat ini dia memang hanya di kamar. Katanya dia akan terlihat lemah kalau batuk-batuk di pesta.” Tiba-tiba Tuan Abimayu memeluknya dari belakang, “Kau terlalu mengkhawatirkan aku.” “Oh!” Nyonya Rani terkejut sesaat tapi kemudian langsung berbalik dan tersenyum. “Apa yang kaulakukan di sini?!” “Kau merindukan ak

